Hari Lingkungan Hidup, DLHK Sulsel Ajak Masyarakat Jaga Hutan

MAKASSAR, RAZFM – Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni menjadi pengingat untuk masyarakat untuk bersama merawat dan mejaga lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Andi Hasbi Nur mengatakan momentum Hari lingkungan Hidup Sedunia adalah sebagai pengingat untuk pemeliharaan terhadap fungsi- fungsi dalam lingkungan hidup.
Kata dia, urgensi lingkungan lingkungan saat ini itu berada pada sektor kebersihan lingkungan, dan hal itu mesti menjadi atensi bersama.
“Hari lingkungan hidup adalah hari untuk kembali mengingatkan kita untuk pemeliharaan terhadao fungsi fungsi lingkungan hidup. Yang paling penting sekarang adalah masalah kebersihan,” tukasnya, beberapa waktu lalu.
Ia mengutarakan, Pengelolaan sampah dan penanaman menjadi point utama karena untuk menjaga stabilitas lingkungam tentu sangat ditunjang dari luas tutupan.
Kata dia, Sulsel saat ini hanya memiliki luas tutupan 0.9 persen dari luas tutupan hutan indonesia saat ini.
“Kalau melihat data kita di sulsel itu sebenarnya sulsel di banding provinsi lain cukup bagus kita punya tutupan walaupun luasannya kita tidak sama dengan mereka, kontribusi kita dari luasan hutan di indonesia jita hanya 0,9 tapi itu kita cukup bagus di banding tingkat kerusakan yang ada di provinsi lain,” jelasnya.
“Kondisi yang mesti terus kita perbaiki,” imbuhnya.
Ia melanjutkan, untuk peringatan hari lingkungan hidup itu juga dilakukan oleh pihak pemprov sulsel, salah satunya adalah melakukan bersih bersih di CPI.
“kita di provinsi bersama PKK kita itu akan melakukan bersih bersih di CPI,” sebutnya.
Tak hanya itu, beberapa kabupaten melakukan penanaman pohan salah satunya kabupaten luwuk timur pada 5 juni ini.
Ia menilai, menjaga kelestarian hutan itu harus mengambil peran masing-masing masyarakat.
“masalah penanganan hutan yang ini harus kita lakukan lebih bagus, mulai dari patroli, keterlibatan masyarakat juga, kedua pemeliharaan dan perbaikan hutan dan itu kita lakukan peningkatan kondisi lahan yang terbuka itu kita kembalikan, kondisinya kemudian partispasi masyarakat khususnya daerah sekitar kawasan karena ini juga kita harapkan jangan dia yang rusak kita arahkan juga bagaimana kita meberikan keuntungan dari hutan bukan menebang pohon tapi memanfaatkan,” pungkasnya.



