Banner

Hadapi Iklim Ekstrem, Mentan Amran Pastikan Ketahanan Pangan Indonesia Tetap Terjaga

 Hadapi Iklim Ekstrem, Mentan Amran Pastikan Ketahanan Pangan Indonesia Tetap Terjaga
Banner
Banner

Makassar, Radioalmarkaz.co.id– Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ketahanan pangan nasional tetap aman meski dihadapkan pada ancaman kekeringan akibat fenomena iklim ekstrem.

Hal itu disampaikan saat kunjungannya ke Gudang Bulog Cabang Makassar, Minggu (5/4).
Dalam keterangannya, Amran yang di dampingi Kepala Kanwil Bulog Sulsel Fahru Rozi, mengakui bahwa kondisi panas mulai berdampak pada sektor pertanian.

Namun, pemerintah telah memiliki pengalaman dalam menghadapi fenomena serupa, seperti El Nino pada 2015 dan 2020.

“Kita sudah pengalaman mengelola kondisi seperti ini. Memang sekarang ada potensi kekeringan hingga enam bulan, tapi stok kita justru tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, stok beras nasional saat ini telah mencapai 4,5 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi 5 juta ton dalam 10 hingga 20 hari ke depan. Selain itu, data produksi menunjukkan ketersediaan beras dari sektor hotel, restoran, dan katering mencapai 12,5 juta ton, sementara standing crop atau tanaman siap panen mencapai 11 juta ton.
“Artinya total sudah sekitar 23 juta ton. Ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 11 bulan ke depan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Amran menambahkan bahwa program irigasi dan pompanisasi yang dijalankan pemerintah mampu menghasilkan tambahan produksi minimal 2 juta ton per bulan.

Jika dikalkulasikan selama enam bulan masa kekeringan, maka terdapat tambahan sekitar 12 juta ton.
“Kalau dihitung, kita bisa aman bahkan sampai Maret atau April tahun depan,” katanya.

Terkait dinamika global, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah, Amran memastikan tidak akan berdampak signifikan terhadap harga pangan dalam negeri. Menurutnya, ketersediaan beras nasional yang mencukupi menjadi faktor utama stabilitas tersebut.

Selain itu, Amran juga menyinggung pemerintah juga telah mengantisipasi kebutuhan pupuk sejak awal tahun dengan mengamankan stok bahan baku. Bahkan, Indonesia berpotensi mengekspor pupuk urea ke beberapa negara.

“Stok pupuk kita aman. Bahkan ada permintaan dari beberapa negara untuk ekspor urea,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk komoditas pestisida, Amran mengakui adanya potensi kenaikan harga akibat keterbatasan bahan baku. Namun, ia meminta pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara signifikan.

“Kenaikan kecil mungkin tidak bisa dihindari, tapi jangan sampai tinggi. Sekitar 5 sampai 10 persen masih wajar,” tegasnya.

Ia juga memastikan pemerintah akan menyiapkan dukungan, termasuk penyediaan pestisida, guna menjaga stabilitas produksi pertanian.

Dengan berbagai langkah tersebut, Amran optimistis sektor pertanian Indonesia tetap tangguh menghadapi tantangan iklim dan global.

“Petani tidak perlu khawatir. Dengan irigasi, pompanisasi, dan perbaikan lahan, produksi kita tetap terjaga. Pangan kita aman,” pungkasnya. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *