Banner

Festival Daur Bumi Dibuka, DLH Makassar Target 10.000 Pengunjung untuk Edukasi Sampah

 Festival Daur Bumi Dibuka, DLH Makassar Target 10.000 Pengunjung untuk Edukasi Sampah
Banner
Banner

Makassar, Radioalmarkaz.co.id-   Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) resmi membuka Festival Daur Bumi, sebuah gerakan edukatif dan interaktif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah berkelanjutan.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 12–14 Desember, di Balai Manunggal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat memahami persoalan sampah secara langsung dan ikut terlibat dalam penyelesaiannya.

“Festival Daur Bumi menjadi momentum kolaboratif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Kami ingin warga memahami masalah sampah dan menjadi bagian dari solusinya,” ujarnya.

Festival menghadirkan berbagai rangkaian edukasi, mulai dari pelatihan daur ulang, pemilahan sampah, pameran produk ramah lingkungan, diskusi komunitas peduli lingkungan, aksi bersih, hingga games dan hiburan.
<span;>Pada hari pembukaan, DLH juga menghadirkan 45 booth, terdiri atas 30 booth komunitas lingkungan dan 15 booth kerja sama dengan Dekranasda Kota Makassar.

Helmy menambahkan, target peserta selama tiga hari adalah 10.000 orang, dan antusiasme pembukaan menunjukkan tren positif.

“Pada pembukaan saja hampir 4.000 peserta hadir. Kami harap target 10.000 audiens bisa tercapai,” ungkapnya, Jumat (12/12).

Sementara Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang membuka acara Daur Bumi di Manunggal Jumat, (12/12) Appi menegaskan pentingnya pendidikan sejak dini soal sampah. Menurutnya, Makassar membutuhkan perubahan pola pikir masyarakat agar tidak hanya mengkritik kondisi kota tetapi juga terlibat aktif menjaga kebersihan.

“Mulut kita cepat mengeluh kalau melihat sampah, tetapi tangan kita sulit bergerak untuk membuang pada tempatnya, apalagi memilah. Karena itu kegiatan seperti ini penting untuk menyatukan perkataan dan perbuatan,” ujar Munafri.

Ia menegaskan bahwa upaya menuju Makassar Bebas Sampah 2029 membutuhkan kolaborasi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya pemerintah. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *