Dukung Pemulihan Ekonomi, Berdaya Bareng adakan program pelatihan UMKM bagi perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas

MAKASSAR, RAZFM – Berdaya Bareng adalah platform yang inklusif yang memiliki visi untuk memberdayakan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas di Indonesia Timur, dengan misi yang jalankan antara lain adalah pengembangan kemampuan, pengembangan skil, dan juga membantu teman-teman peserta yang sudah tergabung didalam ekosistem berdaya bareng,
Berdaya bareng telah didirikan sejak tahun 2019 dan telah mejalankan berbagai program salah satunya adalah Pesta UMKM Inklusif yang dilaksanakan di Phinisi Point Makssar Sabtu, 30 Juli 2022.
Pesta UMKM Inklusif menjadi puncak dari rangkaian acara, berkolaborasi dengan UK Indonesia yaitu program pemberdayaan terkait dengan kemampuan digital kepada perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas, dengan menghadirkan para pelaku UMKM yang sebelumnya telah di beriakan pelatihan khusus oleh tim Berdaya Bareng.
Co Founder Berdaya Bareng Nicky Clara mengatakan terdapat 3 batch pada program tersebut yang dikuti para peserta untuk dilakukan seleksi, dari batch 1 di ikuti oleh 200 peserta, Batch 100 peserta kemudian batch ke 3 di ikuti 60 peserta, yang akurasinya berdasarkan dari ke aktifan peserta dan keikut sertaan peserta.
“Program Berdaya Bareng ini di mulai di tahun 2021 pada saat pandemi yang dilakukan secara daring, jadi mereka megakses platform kami, pelajaran modul-modulnya ada disitu kemudian mereka mengikuti webinar jadi 200 keseratus kaktifan pesrta sampai terpilih 60 peserta di batch ketiga yang berasal dari kota Makassar, Gowa, dan Maros,’’ ungkap Nicky.
Dalam kegiatan Pesta UMKM Inklusif, juga memamerkan hasil karya peserta-peserta yang sudah mengikuti 9 bulan rangkaian pelatihan yang telah mendapatkan pemahaman atau kemampuan terkait digital,selain pelatihan daring juga ada pelatihan luring tergantung kondisi modulnya pelatihan di berikan kepada peserta seperti pelatihan design, fotografi, Videografi dan terakhir ialah pelatihan usaha.
Nicky berharap peserta yang tealh mengikuti rangkaian pelatihan agar bisa lebih mengembangkan potensi diri usaha mereka.
“harapan kami adalah setelah program ini berakhir teman-teman ataupun peserta 200 tadi sudah bisa mengembangkan dirinya baik melalui UMKM, baik melalui pekerjaan, ataupun kegiatan-kegiatan yang sudah menjadi kehidupan peserta,’’ ucapnya.
“Sesuai dengan tujuan utama berdaya bareng dibentuk adalah seluruh lapisan masyarakat kita bisa berdaya bareng, jadi kita mengentaskan terkait dengan kesenjangan gender, kesenjangan sosial yang mungkin sedikit terlihat di Indonesia timur, jadi kita harus bersama-sama mengentaskan itu dengan meningkatkan kapasitas diri dan juga mengembangkan diri untuk bisa berdaya,” tutupnya.
Salah satu peserta program Berdaya Bareng Fiki Wulandari sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan yang di berikan oleh tim Berdaya Bareng.
“erimakasih banyak kepada tim Fasilitator berdaya bareng yang telah membantu dan membimbing dalam mengembangkan usaha semoga dengan ilmu serta pemahaman yang saya dapatkan selama bergabung, produk huma baby hijab bisa lebuh maju kedepannya,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM kota Makassar Sri Sulsilawati mengungkapkan mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas apa yang di lakukan berdaya bareng dalam pesta UMKM.
pemerintah kota makassar sangat mengapresiasi atas apa yang di lakukan Berdaya Bareng dalam pesta UMKM Inklusif ini, karena sesuai dengan visi dari pemerintah kota Makassar yaitu percepatan terwujudnya kota Makassar menuju kota dunia yang sombere dan smart city dengan imunitas kota yang kuat untuk semua,” ungkapnya
Sri Sulsilawati menambahkan saat ini pemerintah kota Makassar sangat memerhatikan UMKM dengan adanya peraturan Walikota No.120 tahun 2021 tentang Fasilitasi kemudahan dan pemberdayaan pelaku usaha UMKM termasuk didalamnya koperasi.
“Program pemerintah kota Makassar dalam rangka membangun ekosistem yang kuat dengan program pemerintah 10 ribu skil training gratis, ada seratus ribu peluang usaha, kemudian 5 ribu lorong wisata. Kami berharap ada sinergitas dan kolaborasi dari pelaku UMKM khusunya kepada perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas,” terangnya.



