Banner

Direktur MIND ID Apresiasi Progres Pembangunan HPAL Capai Hampir 50 Persen

 Direktur MIND ID Apresiasi Progres Pembangunan HPAL Capai Hampir 50 Persen
Banner
Banner

Pomalaa, Sulawesi Tenggara, Radioalmarkaz.co.id-  Proyek hilirisasi nikel PT Vale Indonesia Tbk di Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral Mining Industry Indonesia (MIND ID), Tedy Badrujaman, mengapresiasi pengelolaan proyek yang dinilai disiplin, terukur, dan berorientasi jangka panjang, khususnya pada pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL).

Apresiasi tersebut disampaikan Tedy saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Jumat (2/1/2025). Dalam kunjungan tersebut, Tedy meninjau langsung Port Kolaka Nickel Indonesia (KNI) serta area pembangunan pabrik HPAL yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional.

Sejumlah fasilitas utama dan infrastruktur pendukung kini telah terpasang, mulai dari struktur awal proses produksi, utilitas pendukung, hingga sistem logistik yang terintegrasi dengan pelabuhan. Kondisi ini mencerminkan kesiapan teknis proyek untuk melanjutkan tahap pengembangan berikutnya secara bertanggung jawab.

“Saya cukup terkejut melihat perkembangan pembangunan pabrik HPAL ini. Beberapa bulan lalu belum terlihat signifikan, sekarang sudah berdiri beberapa peralatan utama. Dalam waktu kurang dari satu tahun, progresnya sudah mendekati setengah,” ujar Tedy.

Menurutnya, proyek HPAL PT Vale di Pomalaa memiliki nilai strategis tinggi bagi Indonesia, terutama dalam mengoptimalkan pemanfaatan bijih nikel limonite yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Dari sisi perencanaan, kesiapan peralatan, hingga kualitas kemitraan, proyek ini dinilai telah disiapkan secara matang.

“PT Vale memiliki cadangan nikel limonite yang sangat besar. Dari sisi peralatan dan mitra, persiapannya saya lihat sangat baik. Saya optimistis proyek ini bisa diselesaikan sesuai target,” tambahnya.

Selain progres fisik, Tedy juga mengapresiasi konsistensi PT Vale dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik atau good mining practices. Pendekatan kehati-hatian, termasuk kepatuhan terhadap regulasi dan penghentian sementara aktivitas saat perizinan belum lengkap, dinilai sebagai bentuk tata kelola perusahaan yang kuat dan bertanggung jawab.

“PT Vale dikenal konsisten dalam kepatuhan terhadap aturan. Sikap disiplin ini menunjukkan komitmen terhadap keselamatan, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan investasi,” tegasnya.

Proyek hilirisasi nikel di IGP Pomalaa merupakan investasi strategis jangka panjang yang dirancang untuk menciptakan nilai tambah nasional, memperkuat rantai pasok industri berbasis nikel, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tingkat regional maupun nasional.

Seluruh pengembangannya dijalankan sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta standar keselamatan internasional.

Ke depan, PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan proyek, kepatuhan administratif, dan disiplin manajemen risiko, sebagai bagian dari upaya membangun industri nikel Indonesia yang berdaya saing global dan berkelanjutan. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *