Banner

Dialog Kebangsaan Perdana Digelar Masjid Al-Markaz, Angkat Tema Hijrah Untuk Merdeka

 Dialog Kebangsaan Perdana Digelar Masjid Al-Markaz, Angkat Tema Hijrah Untuk Merdeka
Banner
Banner

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Dialog Kebangsaan merupakan salah satu wahana untuk bertukar informasi, menyamakan persepsi dan memotivasi dalam upaya meningkatkan wawasan dan pemahaman di kalangan masyarakat, khususnya kaum milenial dalam meningkatkan kesadaran untuk membangun sistem pertahanan negara yang tangguh.

Pengurus Masjid Al-Markaz Al-Islami menggelar satu program yang menarik yaitu Ngobras Keumatan dan Kebangsaan Al-Markaz.

Adapun tema yang diangkat pada episode perdana ini yaitu, “Hijrah untuk Merdeka” yang digelar di pelataran Masjid Al-Markaz Al-Islami, Minggu pagi 4 Agustus 2024.

Ngobras Keumatan dan Kebangsaan Al-Markaz ini dipandu oleh Fahir Halim yang merupakan Ketua Komisi Informasi Sulsel dan menghadirkan 2 pembicara, yakni Prof. Dr. M. Tahir Kasnawi, guru besar Sosiolog Unhas, dan Rektor UIM Prof. Dr. K.H. Muammar Bakri Lc., juga di dampingi ketua Harian Yayasan Masjid Al -Markaz Prof. Mustari Mustafa.

Kegiatan ini diikuti oleh jemaah masjid Al-Markaz Al-Islami seusai shalat subuh berjamaah.

Pada sesi pembuka, Prof. M. Tahir Kasnawi, menyampaikan jika kemerdekaan itu merupakan suatu anugerah dari Allah SWT, yang paling esensial, baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat atau sebagai bangsa.

Taqlif atau pembebasan diajaran Islam, memang dibebankan kepada orang yang merdeka dan orang yang telah diberi kebebasan untuk memilih apalagi diberikan petunjuk-petunjuk oleh agama Islam.

“Hakekat kemerdekaan bagi individu adalah kebebasan kita untuk melakukan pilihan-pilihan terbaik dalam mencapai kehidupan yang dikehendaki oleh pencipta. Kita juga tidak akan dihukum dengan kemerdekaan dan pilihan-pilihan kita,” ujarnya

Prof Tahir juga menambahkan, dalam kehidupan sosial sehari-hari kemerdekaan dan kebebasan ini tidak dapat kita praktekkan secara penuh.

Abad ke 19 kata Prof Tahir, ummat islam di Indonesia patut berbangga karena yang mengawali dan mempelopori perjuangan dan merebut kemerdekaan ini adalah umat Islam dan dipelopori oleh para kiai dan para ulama melalui basis atau markas mereka adalah pondok pesantren.

Di tempat yang sama Rektor Universitas Islam Makassar Prof. K.H Muammar, Lc menuturkan makna kemerdekaan dalam Al-Qur’an itu telah dijelaskan. Merdeka lawannya budak dan dalam sosial fiqih atau sosial keagamaan adalah Al-khuru.

“Dan Islam hadir di tengah struktur masyarakat sosial, dan perbudakan hadir sebelum Islam ada selain itu Islam pun mencoba merubah sistem tersebut dengan banyak konsep fiqih keagamaan, ” ungkap Prof. Muammar.

Imam besar Masjid Al-Markaz Al-Islami ini juga menambahkan dalam pemahaman transtedental yang sifatnya tauhid maka Islam mengajar kepada seluruh umatnya untuk merdeka secara lahir dan batin.

Kata Prof Muammar, merdeka secara batin yaitu dengan sistem lailahaillalah, jadi orang yang merdeka dalam hidupnya adalah orang yang bisa menghambahkan dirinya kepada Allah SWT.

“Orang yang diperbudak dengan jabatan dan hartanya sesungguhnya dalam konsep transtedental tauhid, hikmah dan tasauf itu belum menikmati kemerdekaanya,” paparnya.

Selain itu Prof Muammar menyampaikan bahwa konsep syariat Islam dalam kemerdekaan dapat dilihat dalam bebas beragama.

“Islam datang dan mengajarkan umatnya untuk bebas beragama, bebas untuk hidup, bebas untuk belajar, bebas berketurunan dan bebas untuk memiliki harta, inilah tujuan dalam kemerdekaan hidup,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Harian Yayasan masjid Al-Markaz Al_Islami Prof. Mustari Mustafa menuturkan bahwa masjid Al-Markaz sedang membangun pemahaman bahwa masjid bukan hanya untuk beribadah saja tapi merancang pegmbangan disektor bisnis dalam mengeliatkan ekonomi juga menjadikan masjid sebagi sayap sains, serta badan teknologi.

“Kami ingin Masjid Al-Markaz Al_Islami menjadi pilot dan tim pengarah juga kiranya masyarakat jdapat memberikan masukan untuk membawa masjid ke arah yang baik,” tutupnya.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *