Delegasi Muslimah Australia Hadir di Peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Markaz
MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID — Yayasan Islamic Center (YIC) Al-Markaz Al-Islami melalui Badan Pemberdayaan Ummat (BPU) sukses menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Markaz, Makassar. Acara ini dihadiri ratusan jamaah dan tokoh masyarakat, termasuk tamu istimewa dari delegasi Muslimah Australia.
Ketua BPU Al-Markaz, Prof. Andi Majdah M. Zain, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Al-Markaz sebagai pusat ibadah dan pengembangan ummat, serta ikon masjid besar di Makassar. BPU yang baru saja dikukuhkan beberapa bulan lalu mendapatkan amanah sebagai penyelenggara, dan kali ini berkolaborasi dengan Pengurus Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Provinsi Sulawesi Selatan.
“Maulid ini menjadi momentum untuk menginternalisasi nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, khususnya kepada jamaah dan masyarakat Kota Makassar,” ujarnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh jamaah, dan menjadi lebih istimewa karena kehadiran delegasi Muslimah dari Australia, yang terkesan dengan peran aktif perempuan dalam penyelenggaraan acara keagamaan yang juga dihadiri banyak jamaah laki-laki—sebuah pemandangan yang jarang mereka temui di negaranya.
“Islam di Indonesia sangatlah humanis dan moderat. Kami kagum melihat bagaimana kegiatan ini dikoordinasi oleh perempuan, dan laki-laki ikut terlibat dan mendukung penuh,” ungkap Miss Brina, perwakilan delegasi Australia.
Prof. Andi Majdah, yang juga merupakan Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan, turut menyampaikan pesan pemerintah terkait pentingnya pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender, sejalan dengan program nasional dalam pembangunan sumber daya manusia yang inklusif. Ia menegaskan bahwa potensi perempuan yang hampir 50 persen dari populasi bangsa harus diberdayakan, termasuk dalam mendukung peran keluarga, pendidikan, dan masyarakat.
Sekretaris Jenderal YIC Al-Markaz, Arman Arfah, menjelaskan bahwa meskipun bulan Rabiul Awal telah berlalu, peringatan Maulid tetap relevan sebagai bulan cinta dan kasih sayang, serta sarana untuk kembali meneladani Rasulullah SAW. Ia juga menyampaikan pesan dari Prof. Hamid agar kegiatan keagamaan di Masjid Al-Markaz dapat dirayakan dengan seksama dan menjadi bagian dari pembangunan peradaban Islam serta memperkuat tali silaturahmi.
Kegiatan Maulid ini juga menghadirkan Prof. Fatmawati Hilal yang membawakan tausiah penuh makna, mengajak jamaah untuk terus mempererat silaturahmi, memperbanyak shalawat, dan memahami makna simbol-simbol Maulid seperti bunga, telur, dan kaddo minyak yang menggambarkan keindahan serta keteladanan Rasulullah SAW.
Untuk memeriahkan acara, juga digelar Lomba Bakul Maulid yang diikuti oleh peserta dari Kecamatan Bontoala dan unit kerja Masjid Al-Markaz.
Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya, Prof. Basri Hasanuddin (Dewan Pembina YIC), Prof. Muammar (Imam Besar Al-Markaz), Nadjamuddin Majid (Pengawas YIC), Andi Akhmad Muha (Camat Bontoala) dan Perwakilan Bagian Kesra Kota Makassar
Miss Brina dari delegasi Australia menutup kunjungannya dengan menyampaikan bahwa Makassar memiliki nilai historis bagi komunitas Muslim di Australia. “Sejarah mencatat bahwa Islam masuk ke Australia Utara melalui hubungan dagang dengan masyarakat Makassar. Kami sangat senang bisa kembali ke akar sejarah itu,” tuturnya. (RB)



