Banner

Data Kemensos 1,4 Persen Guru Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri

 Data Kemensos 1,4 Persen Guru Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri

Kepala Dinas Sosial Sulsel Abdul Malik Faisal

Banner
Banner

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Data dari Kementerian Sosial (Kemensos), sebanyak 1,4 persen guru di seluruh Indonesia mengundurkan diri.

Jika dijumlahkan ada 143 guru yang mengundurkan diri dengan alasan jarak lokasi rumah dengan sekolah rakyat yang jauh.

Alasan lainnya ialah tidak diizinkan oleh keluarga.

Menanggapi ramainya guru dikabarkan mengunduran diri, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sulsel, Abdul Malik Faisal mengaku belum menerima laporan resmi bahwa di wilayah Sulsel ada guru Sekolah Rakyat yang mengundurkan diri.

“Saya belum dapat informasinya benar atau tidak, tapi pun kalau ada yang mundur tidak ada masalah, memang dinamikanya seperti itu, tidak ada masalah, ada 50 ribu lebih guru yang siap menggantikan,” kata Abdul Malik saat dikonfirmasi, Kamis, 7 Agustus 2025.

Ia menjelaskan data 1,4 persen guru yang mengundurkan diri tidak perlu dikhawatirkan. Abdul Malik menganggap sudah menjadi dinamika atau hal yang wajar.

“Ada mundur karena alasan rumahnya jauh, ada kendala masalah keluarga. Dari total guru yang direkrut ke Sekolah Rakyat Secara nasional, itu yang mundur ada 1,4 persen, itu data dari kementerian sosial. Khsusus di Sulsel saya belum dapat info langsung apakah mundur. Tapi itu sudah dinamika,” sebutnya.

Abdul Malik menyampaikan, jIka guru atau siswa sekolah rakyat mengundurkan diri, pemerintah sudah menyiapkan langakah antisipasi.

“Memang sudah diantisipasi kalau ada guru mundur, ada kepala sekolah pun mundur tidak apa-apa, termasuk ada siswa yang mundur itu sudah diperhitungkan, dinamikanya seperti itu memang,” paparnya.

Lanjut, Abdul Malik menjelaskan saat ini pemerintah provinsi sulsel menangani satu Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kota Makassar, teoatnya di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel, dengan kuota 150 siswa.

“Sesuai kuota atau Rombel (Rombongan Belajar) jadi seperti umpanya di BPSDM yang disiapkan tempatnya oleh pemerintah provinsi itu ada 6 Rombel, itu kapasitas siswa 150 SMA. Sampai sekarang belum ada siswa yang mundur, meskipun sementara ini sekolahnya belum selesai direnovasi,” tukasnya.

Di Sulsel sendiri selain di Makassar, ada beberapa Sekolah Rakyat di beberapa daerah, seperti Takalar, Gowa, Sidrap, dan Wajo.

Sekolah rakyat ini terbagi 3 tahapan, yaitu 1A, 1B, dan 1C.

“Ada tahapannya, jadi tidak sama, kalau tahapan 1A itu sekarang sudah sekolah, sudah simulasi. 1B ini masih renovasi dia pinya gedung sekolah, 1C juga masih sementara dikerjakan jadi tidak sama tahapannya,” ungkapnya.

Sekarang ini sudah kita rekrut 150, belum masuk sekolah karena masih direnovasi kelas-kelasnya, asramanya kurang lebih baru 50-60 persen pengerjaannya.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *