Dari Mimbar Al Markaz, Ali Yafid Ajak Umat Jadikan Ramadan Momentum Perbaiki Akhlak Sosial
Makassar,Radioalmarkaz.co.id- Suasana ibadah Ramadan di Masjid Al-Markaz Al-Islami kembali dipadati ribuan jamaah pada malam ke-15 Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (4/3/2026). Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, didapuk menyampaikan tausiyah Ramadan.
Dalam ceramahnya, Ali Yafid menyoroti pentingnya akhlak bertetangga sebagai bagian dari ajaran Islam yang mengatur hubungan sosial dalam kehidupan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa tetangga memiliki posisi yang sangat dekat dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, ketika seseorang mengalami kesulitan, orang yang pertama kali mengetahui dan sering memberikan bantuan adalah tetangga di sekitar tempat tinggalnya.
Menurutnya, Islam merupakan agama yang sempurna karena mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk tata cara membangun hubungan sosial yang baik.
“Indahnya kehidupan bermasyarakat tercipta ketika tetangga saling menghormati dan saling peduli. Sebaliknya, jika kepedulian itu hilang, maka kehidupan sosial menjadi tidak nyaman,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ali Yafid juga mengingatkan sejumlah hak tetangga yang diajarkan Rasulullah SAW, seperti membantu ketika diminta pertolongan serta meminjamkan sesuatu apabila mampu.
Ia menekankan pentingnya menyampaikan penolakan dengan cara yang baik apabila tidak dapat memenuhi permintaan tersebut.
Selain itu, ia mengingatkan agar umat Islam menjauhi sifat iri hati terhadap tetangga. Sikap tersebut dinilai dapat merusak kebaikan seseorang dan merusak hubungan sosial.
Dalam tausiyahnya, Ali Yafid juga mengutip ajaran Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam untuk berbagi makanan dengan tetangga, bahkan dari hal sederhana seperti memperbanyak kuah masakan agar dapat dibagikan.
Ia menegaskan bahwa ibadah ritual seperti salat dan puasa harus berjalan seiring dengan perilaku sosial yang baik. Tanpa menjaga hubungan dengan sesama, nilai ibadah seseorang bisa berkurang.
Pada kesempatan itu, ia turut menyinggung program ekoteologi yang menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Nasaruddin Umar.
Program tersebut mengajak masyarakat untuk lebih menghargai alam dan sesama makhluk sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT.
Mengakhiri tausiyahnya, Ali Yafid mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial, khususnya terhadap tetangga dan masyarakat yang membutuhkan.
“Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kepekaan sosial dan memperbanyak amal kebaikan,” tutupnya. (*)



