Cegah Rabies Pada Anjing Dinakeswan Sulsel Himbau Pemberian Vaksin

MAKASSAR, RAZFM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dinakeswan) Sulsel mengajak masyarakat untuk memberi vaksin kepada hewan peliharaan terutama anjing
Hal itu ia sampaikan untuk mencegah terjadinya rabies pada hewan anjing yang dapat membahayakan manusia.
Diketahui rabies bisa menular ke manusia apabila terkena gigitan dari hewan anjing.
Kepala Dinakeswan Sulsel Nurlina Saking mengatakan kasus rabies pada hewan cenderung menurun setiap tahun namun ia berharap agar masyarakat mau memberi vaksin kepada hewan peliharaan.
“Saya menghimbau untuk rutin melakukan vaksinasi terhadap anjing peliharaannya. Karena rabies bisa menular ke hewan lainnya bahkan ke manusia jika tergigit,” kata Nurlina saat Ngobaras bersama jurnalis di Kantor Gubernur Sulsel Selasa, (20/06).
Nurlina menjelaskan, Dinakeswan sudah menyiapkan vaksin dan rutin dilakukan setiap daerah, Ia menerangkan kesulitan vaksinasi terletak pada hewan yang liar dan juga masih banyaknya masyarakat yang tidak mau hewannya di vaksinasi.
Lanjut Nurlina cukup banyak kendala ketika petugas ingin melakukan vaksinasi, karena banyak warga yang enggan anjingnya di vaksinasi.
“Kesulitannya itu karena di beberapa daerah anjing dilepas liar, bahkan banyak yang tanpa pemilik. Kemudian ketika ada kegiatan pengendalian anjing liar tiba-tiba ada pemiliknya. Nah ini yang jadi masalah,” bebernya.
Nurlina menyampaikan masyarakat boleh membawa peliharaan kesayangannya ke klinik hewan terdekat untuk vaksinasi.
Ia menerangkan ciri-ciri umum yang dapat diketahui jika hewan terkena rabies adalah tingkah peliharaan tidak seaktif dari biasanya, mengeluarkan air liur, tidak mengenali tuannya, berdiam ditempat gelap dan lembab.
“Gejala itu muncul karena terjadi paralise atau melemahnya syaraf di rahang bawah sehingga air liurnya jatuh, oleh karena itu anjing rabies tidak bisa minum. Karena lehernya sakit seperti tercekik,” pungkasnya.
“Pada kucing tidak jauh beda, jarang sekali menemukan rabies pada kucing. Karena kucing lebih cenderung mencakar,” sambung Nurlina.
(SB)



