Banner

BNPT : Gaungkan Perempuan TOP, Agar Terhindar Paham Radikalisme

Banner
Banner

Gowa, RAZFM – Potensi perempuan perlu diberdayakan sebagai komunitas terbaik melayangkan informasi-informasi positif ke masyarakat.

Karena kaum perempuan cukup mudah terpapar virus berbagai informasi, baik informasi positif maupun negatif. Bahkan diklaim komunitas perempuan lah yang paling banyak berinteraksi di internet dan sebagai pengguna medsos terbesar.

Prof Dr Farida Patittingi selaku Kepala Bidang Perempuan dan Anak Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel dalam kegiatan Perempuan Top Viralkan Perdamaian (perempuan teladan optimis dan produktif viralkan perdamaian) yang berlangsung di Baruga Karaeng Galesong Pemkab Gowa, Kamis (11/8) siang.

Farida mengatakan, persentase perempuan pengguna medsos itu banyak. Sehingga diharapkan bagaimana perempuan bisa memviralkan perdamaian di medsos.

“Kecenderungan perempuan yang terpapar radikalisme sekitar 18%, apalagi saat ini dengan media sosial menjadi lebih cepat, karena ternyata pengguna media sosial perempuan itu sangat besar ada sekitar 70%, “ujarnya.

Lebih lanjut Farida menambahkan, Khusus untuk era milenial 18-24 tahun, itu sekitar 20% juga pengguna medsosnya nah ini plus minusnya. Karena itu pertemuan ini dengan tema perempuan agen perdamaian, viralkan perdamaian, perempuan top, agar literasi kepada perempuan dalam rangka pencegahan paham-paham radikalisme yang mengarah ke terorisme, tersampaikan.

Farida menilai, Persoalannya mengapa perempuan mudah masuk dalam paham radikalisme karena pengetahuannya yang mungkin tidak penuh terhadap sebuah isu atau mungkin dalam memahami agama masih dangkal sehingga mudah terprovokasi, mudah terecoki oleh isu-isu yang justru lebih kuat di dalam internalisasi nya oleh karena itu kita membuat kontra radikalisme dengan metode pertemuan, sosialisasi, literasi apalagi literasi digital dengan isu-isu yang bisa mengarah kepada isu-isu kontra radikalisme, jadi bagaimana mereka di berikan pemahaman agar mereka tidak bisa memahami sesuatu yang bernilai negatif dan dapat menilai mana yang seharusnya bisa di lakukan secara positif

Untuk Sulawesi Selatan sendiri belum ada data diwilayah mana perempuan terpapar radikalisme. Tapi kita terus upayakan karena kelompok perempuan rentan, “tegasnya.

Ketua FKPT Sulsel Dr KH Muammar Muhammad Bakry mengatakan selama ini paham radikalisme dan terorisme mengalir mulus di masyarakat. Hal itu disebabkan banyaknya pihak memberikan pemahaman yang keliru dan didasari oleh paham agama yang rendah.

” Karena itu kita berharap perempuan sebagai tokoh sentral dalam kehidupan bermasyarakat bisa tampil membantu melakukan pencegahan menyebarnya paham radikal dan terorisme. Kegiatan ini tentunya akan lebih banyak mengimun pikiran kita. Jangan sampai banyak pikiran keliru yang masuk sehingga membuat pikiran kita terpapar, ” jelas KH Muammar.

Sementara itu Kasubdit Asia Fasifik dan Afrika Direktorat Kerjasama Bilateral Deputi Kerjasama Internasional Kolonel Sus Harianto mengajak semua pihak bersama-sama mencegah berkembangnya paham-paham radikal di masyarakat.

“Terorisme adalah tindak kejahatan serius yang melanggar hak azis manusia. Dampak teroris pun tidak hanya menelan korban jiwa tapi juga merusak tatanan sosial budaya dan keamanan serta kedaulatan negara. Disini, perempuan bisa diharapkan sebagai filter awal. Pham radikal kini menyerang pikiran anak-anak kita dengan berbagai media aktif (pergaulan, medsos, dan kolaborasi lingkungan sekitar). Karena itu diharapkan perempuan dapat memberikan pendidikan dan paham yang baik kepada anak agar terhindar dari virus radikalisme, ” kata Harianto.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *