BKKBN Sulsel, Perlu Kerja Nyata Dalam Pencapaian Target 14 Persen Tahun 2024

MAKASSAR, RAZFM — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sulawesi Selatan menggelar rekonsialiasi stunting pada Rabu, 31 Agustus 2022.
Prevalensi stunting dari tahun ke tahun cenderung fluktuatif di Indonesia, meningkat pada periode 2007-2013, hasil SSGI terakhir menunjukkan angka prevalensi stunting di Indonesia menunjukkan angka 24.4% dengan disparitas yang lebar antar provinsi serta rata-rata penurunan yang relatif lambat menjadi tantangan dalam kerangka perecepatan penurunan Stunting menjadi 14 % pada tahun 2024.
Kepala perwakilan BKKBN provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ritamariani mengatakan data Prevalensi stunting di Sulawesi Selatan berdasarkan hasil SSGBI tahun 2019 sebesar 30.59% mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar 3.19% menjadi 27.4%, angka ini masih di atas rata-rata provinsi. Kondisi tersebut diperlukan upaya-upaya nyata yang memberikan dampak terhadap penurunan stunting agar dapat mengejar target 14% pada tahun 2024.
“Penanganan permasalahan stunting harus dilakukan secara paripurna, komprehensif, terpadu dan bersifat multisektoral dengan mengintensifkan pendampingan terhadap keluarga yang berisiko melahirkan bayi stunting,” ujarnya.
Pendampingan ini fokus dilakukan mulai pada periode remaja serta calon pengantin, pada masa kehamilan dan pada masa pascapersalinan, serta terus didampingi hingga anak berusia 5 tahun sesuai dengan kebijakan yang dijadikan dasar dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting telah berusia satu tahun.
BKKBN sebagai Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting telah meindaklanjuti dengan mengeluarkan Peraturan BKKBN Nomor 12 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia tahun 2021-2024, atau dikenal dengan nama RAN PASTI.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Ichsan Mustari mengatakan 2024 harus dikejar, jika di tahun sebelumnya sudah menurunkan 3%, diharapkan di tahun berikutnya harus 6%, karena ini adalah percepatan.
“Yang hadir, sudah jelas siapa mengerjakan apa. Semua harus tepat sasaran, apalagi kita sudah mendapat banyak bantuan. Jangan sampai kita membantu salah sasaran,” tegasnya.
Ichsan menambahkan tim percepatan stunting di Sulawesi Selatan harus menjadi induk. Untuk capai target, apapun masalah yang muncul itu bukan halangan tapi hambatan. Seperti pencapaian harus dikejar 14% di tahun 2024.



