Banner

Bank Sentra Sampah Pertama Hadir di Bontoala, Ini Target Besar Melinda Aksa untuk Makassar

 Bank Sentra Sampah Pertama Hadir di Bontoala, Ini Target Besar Melinda Aksa untuk Makassar
Banner
Banner

MAKASSAR,, Radioalmarkaz.co.id-Upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Makassar terus digencarkan. Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, meresmikan Bank Sentra Sampah (BSS) Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Selasa (14/7/2026).

Bank Sentra Sampah ini menjadi yang pertama di Kecamatan Bontoala dan diharapkan menjadi simpul penghubung antara Bank Sampah Unit (BSU) dengan Bank Sampah Pusat sehingga proses pengelolaan sampah dapat berlangsung lebih efektif.

Melinda Aksa mengatakan keberadaan BSS akan mengatasi kendala yang selama ini dihadapi sejumlah Bank Sampah Unit, terutama dalam proses penyaluran hasil pemilahan sampah.

“Selama ini masih ada Bank Sampah Unit yang mengalami hambatan saat menyalurkan sampah ke Bank Sampah Pusat. Dengan hadirnya Bank Sentra Sampah, alur pengelolaan menjadi lebih lancar sehingga semangat masyarakat untuk memilah sampah dapat terus terjaga,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kecamatan Bontoala dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang melibatkan pemerintah, RT, RW, hingga masyarakat.

Menurut Melinda, pengelolaan sampah tidak cukup hanya berfokus pada sampah anorganik. Kecamatan Bontoala yang memiliki tiga pasar tradisional dinilai memiliki potensi besar mengolah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi.

Ia mendorong adanya kerja sama dengan Perusahaan Daerah Pasar agar sampah organik dari aktivitas pasar dapat diolah menjadi kompos, pakan maggot, maupun dimanfaatkan untuk mendukung program urban farming.

“Sebagian besar sampah pasar merupakan sampah organik. Ini adalah potensi yang harus dimanfaatkan agar tidak seluruhnya berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Melinda juga memaparkan target jangka panjang Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, yakni menghadirkan minimal satu Bank Sampah Unit dan satu kawasan urban farming di setiap RW.

Menurutnya, konsep tersebut bukan hanya mampu mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui hasil pengolahan sampah dan pemanfaatan lahan untuk pertanian perkotaan.

“Kami ingin pengelolaan sampah menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sampah yang dipilah dapat diolah, sementara hasil urban farming bisa menjadi sumber ekonomi warga,” jelasnya.

Meski demikian, Melinda menegaskan keberhasilan program tersebut bergantung pada perubahan perilaku masyarakat yang dimulai dari lingkungan keluarga.

“Semua harus dimulai dari rumah sendiri. Jika setiap keluarga terbiasa memilah dan mengelola sampah, maka kita sedang membangun Makassar yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Bontoala Fataullah mengungkapkan Kecamatan Bontoala saat ini memiliki sekitar 20 Bank Sampah Unit, ditambah unit yang dikelola TP PKK kecamatan dan kelurahan.

Berbagai inovasi lingkungan seperti Teba Modern, budidaya maggot, biopori, eco-enzyme, hingga urban farming juga telah berkembang di sejumlah kelurahan.

Ia memastikan pembentukan Bank Sentra Sampah tidak berhenti di Kelurahan Gaddong. Sejumlah kelurahan lain telah menyatakan kesiapan membangun BSS sehingga sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Bontoala dapat semakin terintegrasi.

“Kami berharap seluruh kelurahan nantinya memiliki Bank Sentra Sampah sehingga pengelolaan sampah di Bontoala semakin kuat, efektif, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *