Bangga! Alumni Pesantren Benteng Sabet Emas Asian Para Games 2026
SIDRAP, Radioalmarkaz.co.id – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 membawa kabar membanggakan dari dunia olahraga. Muh. Al Imran, alumni Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa, Benteng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), berhasil mempersembahkan medali emas dan perunggu untuk Indonesia pada ajang Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Prestasi tersebut menjadi kado istimewa bagi keluarga besar pesantren, sekaligus membuktikan bahwa santri dan alumni pesantren mampu berprestasi di berbagai bidang hingga tingkat internasional.
Imran meraih medali perunggu pada nomor tunggal putra bulu tangkis SL3. Dalam pertandingan semifinal, ia menghadapi wakil India, Kumar Nitesh, dan kalah dalam dua gim dengan skor 19-21 dan 16-21.
Meski gagal melaju ke final nomor tunggal, Imran tetap menyumbangkan medali perunggu bagi kontingen Indonesia.
Prestasi lebih gemilang diraihnya pada nomor ganda putra SL3-SU5. Berpasangan dengan Suryo Nugroho, Imran sukses merebut medali emas setelah menaklukkan pasangan Korea Selatan, Shin Kyung Hwan dan Chao Nadan, melalui pertandingan dua gim langsung dengan skor 25-23 dan 21-8.
Kemenangan tersebut turut menambah perolehan medali emas Indonesia dalam ajang olahraga para-atlet tingkat Asia itu.
Perjuangan Panjang Sejak Sekolah Dasar
Capaian Imran bukanlah hasil yang diraih dalam waktu singkat. Ia telah menekuni olahraga bulu tangkis sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga akhirnya mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik Asia.
Di luar perjalanan olahraganya, Imran juga memiliki latar belakang pendidikan pesantren. Ia pernah menempuh pendidikan selama enam tahun di Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa, Benteng, Sidrap, serta melanjutkan pendidikan di Ma’had Aly As’adiyah, Sengkang, Kabupaten Wajo.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan dan pembinaan di pesantren dapat berjalan beriringan dengan pengembangan bakat serta pencapaian prestasi di bidang olahraga.
Sebelumnya, Imran juga mencatatkan hasil membanggakan pada Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) 2024 di Solo, Jawa Tengah. Saat itu, ia memperkuat kontingen Jawa Barat dan berhasil memborong medali emas.
Prestasi di PEPARNAS tersebut menjadi salah satu pencapaian penting yang mengantarkannya masuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas) untuk persiapan menghadapi Asian Para Games 2026 di Jepang.
Kado Istimewa bagi Pesantren
Pimpinan Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa, Gurutta H. Suardi Latarebbi, Lc., menyambut gembira keberhasilan alumninya tersebut. Ia menyebut raihan medali Imran sebagai kado istimewa bagi pesantren pada momentum Hari Santri Nasional 2026.
“Ini merupakan kado istimewa bagi pesantren, khususnya Pesantren Benteng, di Hari Santri Nasional ini, di mana Imran selama enam tahun menempuh pendidikan di sini,” ujarnya.
Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, serta doa keluarga dan teman-teman yang senantiasa mendukung perjalanan Imran.
Keberhasilan ini juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar pesantren, sekaligus motivasi bagi para santri untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani mengejar cita-cita.
Asian Para Games 2026 berlangsung pada 18–24 Oktober di Aichi-Nagoya, Jepang. Ajang tersebut mempertemukan atlet dari 45 negara dan teritori di Asia untuk berkompetisi dalam 18 cabang olahraga.
Prestasi Muh. Al Imran diharapkan dapat menginspirasi generasi muda, khususnya para santri, bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi. Dengan disiplin, kerja keras, dan dukungan lingkungan, alumni pesantren pun mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.(*)



