Banner

Peringati Hari Disabilitas Internasional, Universitas Hasanuddin Dan SSDI Bakal Gelar Workshop Para Rektor

 Peringati Hari Disabilitas Internasional, Universitas Hasanuddin Dan SSDI Bakal Gelar Workshop Para Rektor
Banner
Banner
Peringati Hari Disabilitas Internasional, Universitas Hasanuddin Dan SSDI Bakal Gelar Workshop Para Rektor
Lokakarya Pimpinan Universitas bagian dari Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2023 yang akan diselenggarakan oleh Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin (Pusdis Unhas) dan Komunitas Sahabat Sindroma Down Istimewa (SSDI) pada 16 Desember 2023 mendatang.

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Universitas Hasanuddin bersama Sahabat Sindroma Down Indonesia (SSDI) akan menyelenggarakan Workshop Para Rektor.

Mengusung tema “Menyiapkan Disabilitas Intelektual Mengakses Perguruan Tinggi” kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2023. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Ruang Senat Universitas Hasanuddin, pada Sabtu, 16/12/23.

Workshop ini bertujuan untuk membahas kesiapan perguruan tinggi dalam menerima mahasiswa dengan disabilitas intelektual serta merumuskan pola pembelajaran dan layanan pembelajaran yang sesuai bagi mereka.

Salah satu kelompok penyandang disabilitas adalah klaster Disabilitas Intelektual yang terdiri dari individu tuna grahita, slow learner, dan sindrom down. Kendati kurang memiliki kemampuan bernalar secara kompleks, mereka memiliki hak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dr. Ishak Salim, Kepala Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin, menyatakan dalam isu disabilitas, isu disabilitas intelektual atau learning disability merupakan isu yang pinggiran, khususnya dalam konteks kuliah di Perguruan Tinggi.

“Ini harus segera dibicarakan bersama untuk menyiapkan diri, bukan hanya pada difabel memasuki perguruan tinggi, tapi juga perguruan tinggi dalam menerima dan mendidik difabel intelektual.

Sementara itu, sebagai penggas dari kegiatan ini, Ibu Andi Nur Fitri Balasong, Direktur Sahabat Sindroma Down Indonesia, menyebutkan bahwa kegiatan workshop ini perlu dilakukan untuk memperjuangkan keterbukaan akses penyandang disabilitas intelektual agar mampu berkuliah dan sekolah sampai perguruan tinggi.

“Di Makassar khususnya, hanya sedikit sekali individu dengan Disabilitas yang belajar hingga perguruan tinggi. Sehingga patut dibuka ruang bagi mereka,” imbuhnya.

Workshop Para Rektor ini akan melibatkan para pimpinan perguruan tinggi di Sulsel serta beberapa narasumber ahli di bidang pendidikan inklusif dan teknologi pendidikan.

Kegiatan ini juga akan dihadiri oleh beberapa perwakilan dari komunitas penyandang disabilitas intelektual di Sulawesi Selatan.

Adapun pembicara pada Workshop Pimpinan Universitas ini, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc (Rektor Unhas), Ananda Zafira, M.Psi (Psikolog dari Bermakna Psychological Center), dan Andi Nur Fitri Balasong, S.S., M.IKom (Pendiri Sahabat Sindroma Down Indonesia).

Prof. Jamaluddin Jompa, pada kesempatan merayakan Hari Disabilitas Internasional 2023 di Unhas, 3 Desember lalu menyatakan bahwa melalui workshop ini akan terbangun kesadaran di kalangan universitas terhadap pendidikan Dissabilitas. Setelah kesadaran itu terbentuk, aksi konkret tidak kalah penting.

“Banyak hal yang memang harus dipersiapkan, tetapi yang paling awal adalah menyatakan komitmen, kemudian membuka akses dan mulai secara bertahap menggodok prosedur dan mekanisme yang seharusnya dilakukan di tingkat universtas,” pungkasnya.

Melalui komitmen inilah, Prof JJ (panggilan akrab Rektor Unhas) ingin juga mengajak rektor-rektor lainnya di Kota Makassar dan sekitarnya untuk turut menyiapkan diri dan menerima penyandang disabilitas intelektual.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *