Banner

Jelang Nataru, Dinkes Sulsel Antispasi COVID-19 Lewat Surat Edaran

 Jelang Nataru, Dinkes Sulsel Antispasi COVID-19 Lewat Surat Edaran
Banner
Banner
Jelang Nataru, Dinkes Sulsel Antispasi Covid-19 Lewat Surat Edaran
Sumber : Antara

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID –
Virus COVID-19 kembali menyerang diberbagai negara. Di Indonesia kasus mulai terdeteksi di Ibu kota Jakarta.

Di Provinsi Sulawesi Selatan sendiri pada periode 6 November – 6 Desember 2023, sebanyak 6 warga terkonfirmasi terkena Covid-19.

“Sebanyak 6 orang warga Sulsel dinyatakan positif COVID-19, terkonfirmasi usai menjalani ibadah umroh di tanah Suci,” kata Kepala Dinas Kesehatan dr. Ishaq Iskandar saat dikonfirmasi Rabu, 13/12/23.

Rinciannya warga yang terpapar berasal dari Luwu Timur 1 orang, Makassar 2 dan Soppeng 3.

Ishak mengutarakan warga yang terkena COVID tersebut mendapatkan penanganan secara khusus dan sudah dinyatakan pulih.

hari ini Ishaq menyatakan Sulsel berstatus 0 kasus.

“Alhamudulillah sudah sembuh, untuk saat ini belum ada laporan lagi nanti saya informasikan lagi ” katanya.

Sekedar informasi angka positif subvarian baru Covid-19 meningkat di Indonesia dalam sepekan terakhir.

Warga pun diminta untuk mengurangi aktivitas ataupun mobilitas.

Namun hal ini menjadi tantangan Pasalnya, momen natal dan tahun baru (Nataru) semakin dekat.

Maka dari itu Ishaq menyatakan telah melakukan upaya antisipasi dengan memberi surat edaran tentang antisipasi lonjakan COVID 19.

“Kami berkoordinasi dengan dinkes kab kab/kota untuk menghimbau masyarakat, tidak perlu panik karena gejalanya tidak lebih berat dibandingkan varian sebelumnya. Namun tetap harus waspada dengan menjaga pola hidup sehat seperti asupan gizi yang cukup dan aktivitas fisik untuk menjaga daya tahan tubuh,” terangnya.

Ia mengungkapkan gejala COVID SubvarIan baru lebih ringan dari kasus sebelumnya.

“Gejala subvarian baru sama seperti biasanya bahkan lebih ringan dan tidak ada demam. Gejalanya seperti Pilek, Sakit Kepala, Kelelahan ringan hingga berat, bersin, dan sakit tenggorokan,” ulasnya.

Hal yang perlu dilakukan masyarakat jika merasakan gejala tersebut ialah memakai masker. Ishaq menghimbau agar masyarakat segera melengkapi vaksinasinya.

Antisipasi juga dilakukan dengan tidak mengunjungi negara atau daerah yang menunjukkan trend kasus COVID-nya tinggi.

“Jika Lansia atau orang dengan penyakit bawaan (komorbid) memakai masker di tempat umum, rajin mencuci tangan, menunda bepergian ke negara saat ini terjadi lonjakan kasus Covid-19, segera lengkapi vaksinasi,” paparnya.

Ishaq, terus bekoordinasi dengan pihak terkait, terlebih jelang nataru dengan mobilitas tinggi.

“Intens melakukan komunikasi dan koordinasi dengan KKP sebagai penjaga pintu masuk, tetap akan digelar pengawasan di setiap kab/kota yg dilalui kendaraan dengan mobilitas tinggi,” pungkasnya.

“Melakukan pemantauan secara rutin dalam sistem kewaspadaan dini dan respon (SKDR),” tutupnya. (Shahibul Firdaus)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *