Moment Hari Remaja Internasional, Dorong Remaja Bangun Green Skills

MAKASSAR, RAZFM – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar peringatan hari Remaja Internasional 2023 dengan tema “Green Skills For Youth : Towards a Sustainable World” (Keterampilan Hijau untuk Pemuda: Menuju Dunia yang Berkelanjutan), yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Maros, Rabu, 16/08/23.
Kegiatan ini bertujuan bagaimana mendorong remaja untuk peka terhadap permasalahan sosial, meliputi kesehatan, perubahan iklim, politik, ekonomi dan masalah lainnya yang terjadi di kehidupan remaja.
Turut hadir pada kegiatan siswa SMA Negeri 1 Maros, dan beberapa perwakilan OPD mulai dari DP3A, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros serta Forum Youth Center dari 11 wilayah Provinsi di Indonesia.
Adapun rangkaian kegiatannya ialah Pagelaran Seni & Budaya, Talkshow Remaja, Pameran Karya Anak Binaan, Pemeriksaan Kesehatan, Kompetisi Video, Suara Hati Anak Binaan, Games.
Program Officer program inklusi PKBI Sulsel Farid Satria menjelaskan PKBI sendiri sebagai bagian dari organisasi agen perubahan sosial masyarakat khsususnya di aspek pemberdayaan, dalam ruang lingkup program kerjanya juga memiliki misi
“pemberdayaan remaja”.
Lewat momentum hari remaja ini kata Farid konsep kegiatannya melibatkan para remaja.
“Secara konsep sebenarnya ini kita bikin dengan kita melibatkan remaja, dimana MC nya, panitia nya semua itu dari remaja, termasuk Talkshow ini kita menghadirkan satu narasumber dari teman-teman Youth center,” ungkap Farid di sela-sela kegiatan.
Tujuan utama dari peringatan hari remeja internasional kali ini ialah bagaimana remaja lebih pro aktif terhadap isu geo politik saat ini untuk memahami kondisi di masa depan.
“Out Put yang diharapkan sebenarnya, ialah kita mau mendorong remaja di lingkungan sekolah ini supaya mereka lebih peka terhadap masalah sosial,” terangnya.
Pelaksanaan kegiatan ini dikorelasikan dengan objective goals dari program Inklusi khususnya pada pilar Anak yang Berkonflik Dengan Hukum (ABH), dimana para siswa yang hadir didorong untuk lebih kritis terhadap isu perlindungan dan pemenuhan hak serta bisa memberi memotivasi kepada ABH.
“Paling kita harapkan adalah mereka lebih melihat anak yang bermasalah dengan hukum, jadi makanya ada deklarasi dengan sisiwa memberikan kalimat motivasi karena kita beranggapan bahwa anak berhadapan dengan hukum itu masih memiliki harapan yang cerah. otomatis menurunkan diskriminasi kepada anak bermasalah dengan hukum,” tuturnya.
Sementara itu, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maros Andi Patiroi menyampaikan bahwa peringatan hari remaja internasional ini menjadi sesuatu hal yang penting terkait perlindungan anak, sehingga siswa SMA 1 Maros yang nantinya bisa mempengaruhi siswa lainnya.
“Artinya bisa membantu mewujudkan kota yang inklusi, apalagi kita di Maros ini adalah sebagai kabupaten layak anak yang tentunya bukan sekedar penilaian saja tapi bagaimana kita betul-betul terapkan di kabupaten Maros,” imbuhnya.
Andi Patiroi menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya sosialisasi mengkapanyekan pemenuhan hak dan perlindungan anak,serta langkah untuk menekan angka kekerasan anak khsususnya didaerah Maros.
“Mudah-mudahan tidak meningkat kasus permasalahan anak, kami dinas pendidikan tentunya selalu mensosialisasikan bagaiamana pentingnya kota yang inklusi demi kelangsungan hidup yang baik di masa yang akan datang,” tutupnya.



