Banner

Gelar Pertemuan Lintas Sektor, DP3A Kampanyekan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 

 Gelar Pertemuan Lintas Sektor, DP3A Kampanyekan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 
Banner
Banner
Gelar Pertemuan Lintas Sektor, DP3A Kampanyekan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar menggelar kegiatan Pertemuan Koordinasi & Kerjasama Lintas Sektor Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak/TPPO, yang berlangsung di Hotel Best Western Makassar, Kamis, 7/12/23.

Peserta yang ikut pada kegiatan ini mulai dari Perguruan Tinggi, Non Governmental Organization,  dan Jurnalis.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala DP3A Kota Makassar Achi Soleman dengan menghadrikan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, Iptu Syahuddin Rahman dan Rosmiati Sain selaku Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai pembicara.

Kepala DP3A Kota Makassar Achi Soleman menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan seluruh pihak yang hadir akan pentingnya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Sebab Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) mencatat sebanyak 600 kasus kekerasan perempuan dan anak yang terlapor per Desember 2022 ini.

“Pencegahan itu sudah harus dilakukan karena mengingat jumlah kasus memang dari januari ke bulan Desember ini untuk yang terlapor di uptd PPA kurang lebih 600 kasus,” ungkap Achi.

Maka dari itu ia meminta seluruh pihak terkait untuk mendukung dan membantu menekan angka kekerasan sesuai lini sektor masing-masing.

“Ini artinya menjadikan alarm untuk kita sama-sama bergerak tidak hanya DP3A tapi seluruh komponen yang ada di kota Makassar ini baru sama-sama kita melakukan upaya pencegahan kekerasan,” kata Achi.

Kata Achi kegiatan ini sekaligus mengkampanyekan hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang akan berlangsung selama 16 hari.

“Acara ini juga sebenarnya ini adalah salah satu bentuk kampanye kami di 16 hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang dimulai dari tanggal 25 Desember per 10 Desember,” ungkapnya.

“Selama 16 hari tersebut nantinya akan ada advokasi, sosialisasi, edukasi dan informasi,” tambah Achi.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *