Banner

FMS TB dan Pemkot Makassar Kolaborasi, Edukasi TB ke Jurnalis

 FMS TB dan Pemkot Makassar Kolaborasi, Edukasi TB ke Jurnalis
Banner
Banner
FMS TB dan Pemkot Makassar Kolaborasi, Edukasi TB ke Jurnalis

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Forum Multi Sektor (FMS) Percepatan Eliminasi Tuberkulosis Makassar dengan melatih puluhan jurnalis.

Upaya ini sebagai bentuk sosialisasi penulisan dalam mendukung langkah pencegahan terhadap penyakit tuberkulosis (TB) atau TBC.

Tim FMS Eliminasi TBC sekaligus pengelola program TBC Dinas Kesehatan Kota Makassar, Sierli Natar mengatakan, kasus TB di kota Makassar dari Januari sampai Oktober 2023, ada diangka 5444 Ribu dari estimasi 14.000 Ribu.

“PR pemerintah Kota Makassar masih banyak. harapan kami ketika berkeliling dikelurahan belum lama ini, kami menargetkan disetiap kelurahan bertambah kasus, dari sosialisasi yang dilaksanakan. Dan bisa mendongkrak kasus TB di kelurahan . Masing-masing kelurahan kita lihat dan menemukan 9 kasus TB untuk bisa menutupi target yang diberikan Kementrian, Ujar Serli.

Pemerintah Kota Makassar kata Serli, telah bekerjasama dengan forum multi sektor dalam rangka melibatkan semua orang yang paham dengan TB seperti sinergitas dengan forum multi sektor. Apalagi harapan kedepan, ketika kita bergerak bersama dengan melibatkan semua orang bukan hanya dinas kesehatan yang memikirkan kesehatan tapi semua orang jadi paham soal TBC.

Pengetahuan tentang TB disampaikan kepada semua masyarakat di 153 kelurahan, upaya yang dihasilkan dari pertemuan ini bisa merubah pemahaman kepada masyarakat soal TB.

Ditempat yang sama Tim FMS bidang Komunitas dari Yayasan KNCV Indonesia, dr Fenni menambahkan, FMS dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 67 tahun 2021 tentang penanggulangan tuberkulosis. Menyusul kasus TB di Indonesia, masuk dalam kategori tertinggi secara global.

“Penyakit TB agak berbeda dibandingkan penyakit lain, kalau penyakit lain semakin naik semakin tidak bagus, sementara penyakit TB semakin naik semakin bagus, karena orang mau memeriksakan dirinya apalagi peran dari rekan rekan media dapat memberikan pencerahan dengan adanya gejala kita bisa memeriksakan diri dengan gratis, “Ungkapnya Serli.

dr. Fenni berharap dengan pertemuan bersama teman-teman media, tulisan yang dilahirkan tentang TB bisa menyasar ke semua masyarakat agar paham dan mereka tahu bahwa,
ternyata penyakit biasa jika dibiarkan dapat menjadi TBC, berdasarkan pengalaman dilapangan masih banyak masyarakat yang belum paham sama sekali ketika mereka memilikj gejala TB.

Masyarakat juga diharapkan mampu menyaring informasi tentang TBC yang benar, Agar merubah perilaku masyarakat sehingga masyarakat juga berani dan mau memeriksakan diri dan menjalani pengobatan sampai sembuh karena untuk menyelesaikan persoalan TBC kita perlu Temukan Obati Sampai Sembuh (TOS) jangan lupa pengobatan TBC dan pemeriksaannya itu gratis di 47 puskesmas di kota Makassar dan seluruh rumah sakit pemerintah yang ada.

Sementara kendala menurut dr. Fenni, adalah kurangmya keinginan orang untuk menjalani pemeriksaan atau memeriksakan diri, jika punya gejala juga tantangan lainnya adalah penderita tidak mau menyelesaikan pengobatan karena merasa sudah sehat.

Pengobatan TBC membutuhkan waktu lama apalagi jika dalam waktu 2 bulan penderita sudah merasa sehat tentunya akan memutuskan pengobatan, ini menjadi masalah besar, resisten atau munculnya kekebalan obat .

Serli ungkapkan, untuk wilayah yang paling banyak ditemukan kasus, adanya di kecamatan, biringkanaya, tamalate dan tallo. Tingginya sebaran kasus yang ada tidak hanya terdapat di wilayah pinggiran kota tetapi ditengah kota. Sementara dikepulauan cukup sedikit sebaran kasusnya karena dilihat dari komposisi jumlah penduduk.

Pemerintah juga turut melibatkan lurah RT, RW dan masyarakat untuk menjaring penderita TBC dan menebar sosialisasi dimasyarakat, ;tutup Serli.

Ranny Ayu, salah satu wartawan senior kompas, turut hadir, memberi penguatan dalam penulisan ke awak media untuk menghindari stigma.
(Ruby Sudikio)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *