Bebas Inflasi, 50 Juta Bibit Cabe di Salurkan Pemprov Sulsel

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID –
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bakal salurkan 50 Juta bibit cabe untuk disalurkan ke masyarakat.
Hal itu diungkapkan Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin usai melakukan sidak Pasar Tradisional Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Selasa 21 November 2023.
Bahtiar mengatakan cabe merupakan salah satu komoditi yang berkontribusi terhadap inflasi di Sulsel.
Dari pantauan harga di pasar Batangase Maros, harga cabe rawit mencapai Rp80 ribu hingga Rp90 Ribu.
Maka dari itu ia meminta masyarakat untuk menanam sepuluh bibit cabe per rumah secara mandiri.
“Kita harus sampai pada suatu fase harus kita nyatakan berani, Sulsel bebas dari inflasi faktor Cabe, caranya gimana? Sulsel inikan penduduknya 9 juta orang, paling kurang lebih 5 juta orang kita kasih aja 50 juta bibit cabe tiap rumah kita kasih sepuluh pohon,” kata Bahtiar.
Kata Bahtiar hal ini dilakukan untuk menekan angka inflasi yang diakibatkan oleh komoditi cabe. Jika program ini dijalankan, ia optimis Sulsel bebas dari masalah inflasi.
“Jadi tiga sampai enam bulan kedepan kita sudah bisa mendeklarasi Sulsel, tidak lagi inflasi cabe, kalau tidak, nanti ganti gubernur begitu lagi diskusinya cabe lagi, cabe lagi, malu kita itu urusan cabe itu tidak bisa kita selesaikan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan pemerintah tidak boleh lagi menggunakan cara biasa dalam menangani masalah cabe ini, perlu langkah kongkret dan tepat setiap daerah.
“Saya nanti minta kepala Daerah bupati/Wali kota, forkopimda, semua lakukan gerakan agresif, tidak bisa lagi kita menangani Masalah ini dengan biasa-biasa saja, harus hulunya kita selesaikan,” pungkasnya.
Bahtiar mengutarakan butuh dana Rp5 Miliar untuk memproduksi 50 juta bibit cabe. Ia meminta kepala daerah untuk menggunakan APBD untuk merealisasikan program tersebut.
“Kalau cuma himbauan tidak cukup nih, harus kami sendiri yang produksi, 50 juta bibit sudah cukup itu, paling ada 5 juta rumah di Sulsel itu dengan uang 5 miliar selesai itu. Saya kira hal-hal seperti ini sudah tidak bisa kita atasi dengan cara biasa,” pungkasnya.
“Saya minta alokasi APBD di setiap daerah, anggarkan 200 atau 500 juta, masa’ masalah ini kita tidak bisa atasi. (Shahibul Firdaus)



