Banner

Siap Hadapi El Nino, Pemprov Sulsel Menyiapkan Langkah Antisipasi

 Siap Hadapi El Nino, Pemprov Sulsel Menyiapkan Langkah Antisipasi
Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Fenomena El Nino diperkirakan akan melanda Indonesia. Semua pihak pun diminta untuk bersiap-siap menghadapi risiko kekeringan yang luas pada berbagai wilayah.

Diketahui, El Nino adalah fenomena alami yang terjadi ketika suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur menjadi lebih hangat dari biasanya. Menyebabkan perubahan pola cuaca global yang dapat berdampak signifikan pada iklim di berbagai wilayah tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia.

Dampaknya, akan berpengaruh langsung dengan ketersediaan bahan makanan, terutama pada wilayah pertanian, dan secara khusus di wilayah sulsel perlu melakukan antisipasi fenomena tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Andi Nur Hasbi mengatakan resiko dari El nino itu pada ketersediaan air bagi semua pemanfaat air.

“Khususnya sektor pertanian dan perkebunan, dan paling utama ketersediaan air untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat,” ucapnya, Senin (22/5/2023).

“Kita harapkan Perlunya antispasi dini terutama pada pengelolaan ketersediaan air, dalam pengantisipasian. Bahkan Kata Andi Hasbi, dampak dari kekeringan itu juga bisa memicu kebakaran yang kita harus siap siaga untuk mengatasi hal itu. Perlu adanya peran bersama untuk mengatasinya.

Kepala Dinas Tanaman pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) Imran Jausi mengatakan untuk diwliyah pertanian di sulsel telah melakukan koordinasi dengan kementrian pertanian.

“Kami Tentunya melalui koordinasi kementerian pertanian, kami sudah lakukan langkah antisipasi, ini bukan hanya Sulsel tapi seluruh Indonesia,” sebutnya.

Khusus Sulsel kita termasuk provinsi utama dalam hal ketersediaan pasokan nasional (beras) telah menyiapkan langkah-langkah dan sosialisasi pun telah dilakukannya, tuturnya.

“Pertama itu tentunya dengan memaksimalkan manajemen air dan itu harus dibenahi,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pemaksimalan manajemen air harus dibarengi memastikan daerah aliran sungai terus dapat mengaliri irigasi sekunder.

“Kemudian penyediaan pompa air, itu harus dipersiapkan dengan baik,” tambahnya.

Ia memaparkan, berkaca pada tahun-tahun sebelumnya data pemetaan terhadap wilayah yang masuk kategori rawan akan dampak El nino itu ada tiga diwilyah Sulsel.

“Kalau Kita melihat lima tahun terakhir ini secara rata-rata memang ada 3 kabupaten yang potensi kekeringannya lebih tinggi dari kabupaten lain, kementrian pertanian menyebut itu adalah daerah rawan, yaitu Bone, Wajo, dan Soppeng,”
Yang dianggap rawan punya kekeringan diatas 5 ribu hektar.

ada batas rawan, istilah dari Kementerian itu ada zona merah, kuning, hijau. Zona merah itu yang saya sebut di tiga kabupaten tadi sebagai sentra produksi padi, ” imbuhnya.

ia menuturkan, sebelum El nino memuncak di wilayah sulsel pihaknya telah melakukan imbauan ke masyrakat untuk memanfaatkan momentum saat ini yang masih berada pada penghujung musim hujan dengan memaksimalkan proses penanaman.

“Kita sekarang masih di ujung-ujung musim hujan masih ada air, maka kita manfaatkan hujan ini dengan percepat masa tanam,” kata Imran Jausi.

“Diperkirakan El Nino puncaknya di Agustus, jadi ada upaya-upaya mempercepat tanam, bangun manajemen air, membuat sumur air dan sebagainya,” kuncinya.

Kepala Pelaksana BPBD, Amson Padolo menyampaikan, Fenomena El nino pasti akan masuk ke wilayah Sulsel tetapi ia mengharapkan itu terjadi dalam waktu yang lambat.

Namun mantan Kadis Kominfo-SP Sulsel itu mengatakan pihaknya juga telah mengikuti koordniasi antisipasi El nino yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

“Mengantisipasi hal tersebut memang jauh hari sebelumnya sudah ada rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan terkait antisipasi musim kemarau yang panjang karena akan berakibat musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering,” jelasnya.

Ia mengutarakan, Modfikasi cuaca pun akan dilakukan oleh pihaknya jika memang diperlukan untuk mengantipasi dampak kekeringan itu.

“Memang prinsip pemerintah mengantisipasi dampak yang timbul dari El-Nino, salah satu bentuknya ialah yaitu Modifikasi Cuaca untuk menurunkan hujan khususnya daerah terdampak,” paparnya.

“BPBD secara prinsip selalu siap kalau penanggulangan bencana itu siap untuk semua situasi apalagi terkait dengan kebencanaan itu pasti kita siap, kita senantiasa berkoordinasi dengan BNPB apabila hal itu terjadi, untuk melakukan modifikasi cuaca menurunkan hujan,” pungkasnya. (SB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *