Kendalikan Inflasi, BI dan Pemprov Sulsel Gelar Kegiatan Penyusunan Laporan Kinerja TPID

MAKASSAR, RAZFM – PJ Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Aslam Potonangi menekankan kepada seluruh pemerintah daerah untuk lebih Variatif membuat kebijakan dalam mengendalikan inflasi.
Hal tersebut ia sampaikan kepada media usai menghadiri kegiatan Penyusunan Laporan Kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota 2022, di Hotel Claro Makassar, Kamis, 16/02/23.
“Menjadi tanggung jawab bersama dalam menetapkan kebijakan pengendalian, pengambilan kebijakan ahar variatif ya,” tuturnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Roby Arya Brata selaku Asisten Deputi Bidang Ekonomi Makro, Perencanaan Pembangunan, dan Pengembangan Iklim Usaha, Ferry Irawan sebagai Plt. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Selaku Sekretaris TPIP, dan Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan Causa Iman Karana.
Lanjut Aslam, pengendalian Inflasi Provinsi Sulsel tentunya tidak jalan sendiri, perlu dukungan lintas sektor.
“Provinsi tidak bisa jalan sendiri dalam mengendalikan inflasi harus ada pengendalian disetiap lini, apa peran kabupaten/kota, kami di Provinsi, dunia usaha, perguruan tinggi,” terang Andi Aslam.
Sementara itu Plt. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Selaku Sekretaris TPIP Ferry Irawan dalam pemaparannya menjelaskan perekonomian Sulsel pada triwulan IV 2022 masih tumbuh solid diatas 5%.
“Pertumbuhan triwulan IV tercatat sebesar 5,11% year on year (yoy). Angka tersebut sedikit lebih rendah dari kinerja triwulan III 2022 yang tumbuh 5,68% yoy. Sehingga secara full year, pertumbuhan ekonomi Sulsel tahun
2022 tercatat sebesar 5,09% (yoy),” jelasnya.(SB)
Dirinya mengungkapkan pertumbuhan triwulan IV 2022 secara umum didorong oleh Konsumsi RT dan Ekspor dari komoditas unggulan Sulsel, tetapi tertahan oleh kinerja PMTDB yang terkontraksi.
“Sisi sektoral, kondisi ekonomi yang sudah normal tercermin pada positifnya pertumbuhan semua sektor unggulan Pertanian, Perdagangan, Konstruksi dan Industri masih menjadi penggerak utama perekonomian Sulsel,” ujar Ferry.
“Pada triwulan IV, kontributor terbesar pertumbuhan PDRB Sulsel berasal dari sektor Pertanian & Industri,” tambahnya.
Lebih lanjut, kata Ferry, Pada Januari 2023, Inflasi Gabungan Kota di Sulawesi Selatan Tercatat 5,83% (yoy).
“Inflasi gabungan kota di provinsi Sulawesi Selatan tercatat sebesar 5,83% (yoy), sedikit meningkat dibandingkan Desember 2022 yang tercatat sebesar 5,77% (yoy),” bebernya.
“Sementara secara bulanan tercatat mengalami inflasi 0,63% (mtm) utamanya disumbang oleh kenaikan harga aneka ikan, beras, dan aneka sayuran Namun beberapa komoditas juga mengalami deflasi antara lain angkutan udara, bensin,” lanjutnya.



