KWT Mawar Makassar Punya Kebun Tunjuk-Tunjuk, Warga Bisa Petik Sayur Setengah Harga Pasar
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, terus mengembangkan inovasi pertanian perkotaan atau urban farming.
Tidak hanya menghasilkan berbagai komoditas sayuran, kelompok ini juga menghadirkan konsep kebun tunjuk-tunjuk yang memungkinkan warga memetik langsung hasil tanaman dengan harga lebih terjangkau.
Inovasi tersebut menjadi salah satu hasil pengembangan kelompok tani binaan Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar.
Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsad, menjelaskan bahwa KWT Mawar merupakan salah satu kelompok yang konsisten mengembangkan pertanian perkotaan. Bahkan, hampir seluruh area kebun dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman produktif.
“Seperti yang disampaikan Pak Wali, tidak ada sejengkal tanah pun yang kosong. Semua ditanami. Di sini juga ada banyak jenis tanaman dan KWT Mawar menjadi satu-satunya kelompok tani yang menanam lobak,” ujarnya.
Selain lobak, kebun tersebut juga menghasilkan cabai dan kangkung. Pengelolaan kebun turut didukung pengolahan sampah menjadi pupuk organik sehingga kegiatan pertanian lebih ramah lingkungan.
Tidak hanya fokus pada tanaman pangan, KWT Mawar juga mengembangkan budidaya ikan air tawar dan ayam petelur. Bibit ikan serta ayam petelur tersebut merupakan bantuan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perikanan dan Pertanian.
Dari sisi pemasaran, hasil panen kelompok tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi anggota, tetapi juga dipasarkan kepada warga sekitar dan pengusaha katering yang berada di sekitar lokasi.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah konsep kebun tunjuk-tunjuk. Melalui konsep ini, masyarakat dapat datang langsung ke kebun untuk memilih dan memetik sendiri sayuran yang diinginkan.
Hasil petikan kemudian ditimbang dan dibayar dengan harga sekitar setengah dari harga pasar.
Konsep tersebut diharapkan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Warga memperoleh sayuran segar dengan harga lebih murah, sementara kelompok tani memiliki saluran pemasaran langsung tanpa harus melalui perantara.
Aulia menambahkan, kebun KWT Mawar sebenarnya telah dirintis sejak 2021. Namun, pembentukan kelompok secara resmi baru dilakukan pada 2025.
Menurutnya, perkembangan KWT Mawar menjadi salah satu gambaran hasil pendampingan yang dilakukan Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar terhadap kelompok-kelompok tani di wilayah perkotaan.
Selain KWT Mawar, Kelompok Tani Marennu di Kelurahan Mangasa juga menjadi bagian dari kelompok binaan dinas tersebut.
Ke depan, Kelompok Tani Marennu akan menjadi salah satu sasaran pengembangan program pembinaan pada 2027. Pemerintah kota menargetkan pembinaan terhadap 15 kelompok tani setiap tahunnya.
Pengembangan kelompok tani ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar memperluas gerakan urban farming sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat dalam memanfaatkan lahan terbatas.
Aulia juga mengajak masyarakat untuk mengenal lebih jauh berbagai inovasi pertanian perkotaan melalui Festival Urban Farming yang dijadwalkan berlangsung pada 11–15 November 2026.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat tertarik mengembangkan pertanian perkotaan dan menjadikan lingkungan tempat tinggal sebagai sumber pangan produktif. (RB)



