RSUD Daya Catat Penggunaan Obat Gangguan Pernapasan Naik 80 Persen
MAKASSAR , Radioalmarkaz.co.id – Keluhan gangguan pernapasan menjadi perhatian di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya mencatat peningkatan penggunaan obat-obatan untuk menangani keluhan seperti batuk, demam, dan alergi hingga sekitar 80 persen pada September dan Oktober 2026.
Direktur Utama RSUD Daya Makassar, dr. Andi Any Muliany, mengatakan peningkatan tersebut terlihat dari penggunaan obat-obatan yang berkaitan dengan penanganan gangguan pernapasan.
Kunjungan pasien anak maupun dewasa juga mengalami peningkatan, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Meski demikian, pihak rumah sakit menyebut pasien yang ditangani sejauh ini tidak menunjukkan kondisi berat.
“Peningkatan kasus memang ada dari sisi jumlah, tetapi kondisi yang berat tidak ada. Semuanya dalam kondisi stabil dan dengan penanganan dokter sudah membaik,” kata Any Muliany.
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan darah terhadap pasien menunjukkan adanya virus. Namun, pemeriksaan tersebut belum mengidentifikasi penyebab spesifik yang dapat dikaitkan langsung dengan paparan kabut asap.
Karena itu, peningkatan keluhan gangguan pernapasan masih memerlukan penilaian medis lebih lanjut untuk memastikan faktor penyebabnya.
Di tengah perkembangan tersebut, RSUD Daya memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan tetap terjaga. Ketersediaan tempat tidur dan obat-obatan dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasien.
“Tempat tidur masih tersedia, obat-obatan juga masih cukup. Jadi, untuk kesiapan fasilitas, sejauh ini tidak ada masalah,” ungkapnya.
Appi Tinjau Langsung Pelayanan Pasien
Kondisi pelayanan kesehatan tersebut turut menjadi perhatian Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi.
Bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, Munafri mengunjungi RSUD Daya pada Jumat (16/10/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung pelayanan pasien sekaligus memastikan kesiapan rumah sakit menghadapi kemungkinan peningkatan gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara.
Dalam kunjungan tersebut, Munafri meninjau sejumlah ruang perawatan, berinteraksi dengan pasien dan tenaga medis, serta membagikan masker kepada pasien dan pengunjung rumah sakit.
Ia juga meminta jajaran Dinas Kesehatan, direktur rumah sakit, dan seluruh puskesmas meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan kondisi kesehatan masyarakat.
“Yang ingin kita pastikan adalah bagaimana kesiapan fasilitas kesehatan merespons masyarakat yang terdampak asap dan kondisi cuaca yang kurang baik ini,” ujar Munafri.
Menurutnya, kesiapan fasilitas kesehatan harus berjalan seiring dengan pemantauan perkembangan kualitas udara. Dengan begitu, masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan dapat segera memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya.
Munafri mengaku turut memantau sejumlah puskesmas untuk mengetahui perkembangan jumlah pasien yang mengalami keluhan pernapasan.
Berdasarkan pemantauan awal di RSUD Daya, ia menyebut belum terlihat peningkatan signifikan pasien ISPA. Bahkan, beberapa pasien anak yang ditemuinya dilaporkan mengalami perbaikan kondisi setelah mendapatkan perawatan.
“Tidak banyak peningkatannya, bahkan mungkin sudah mulai berkurang,” tuturnya.
Meski demikian, ia meminta seluruh fasilitas kesehatan tetap siaga dan tidak mengabaikan kemungkinan perubahan situasi.
Pembelajaran dari Rumah Masih Menunggu Kondisi Cuaca
Selain kesiapan rumah sakit dan puskesmas, Pemkot Makassar juga mencermati dampak kabut asap terhadap aktivitas masyarakat, terutama anak-anak yang masih mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Munafri mengatakan, kemungkinan penerapan pembelajaran dari rumah belum diputuskan. Pemerintah masih menunggu perkembangan cuaca dan hasil pemantauan kualitas udara dari instansi terkait.
“Apakah kita akan melakukan pembelajaran dari rumah, itu masih kita tunggu berdasarkan kondisi cuaca. Sampai saat ini, menurut laporan yang kami terima, kondisinya masih dalam batas toleransi,” katanya.
Sambil menunggu evaluasi lebih lanjut, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.
Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit jantung maupun gangguan pernapasan.
Munafri menegaskan, pemerintah akan terus memantau perkembangan kondisi udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Koordinasi dengan fasilitas kesehatan juga diperkuat agar pelayanan tetap berjalan optimal.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan yang memburuk.
Dengan kesiapan fasilitas medis dan kewaspadaan masyarakat, Pemkot Makassar berharap dampak kabut asap terhadap kesehatan warga dapat diantisipasi, sementara pelayanan bagi pasien tetap berlangsung tanpa hambatan. (*)



