Banner

Vale Indonesia Dorong Kepemimpinan Inklusif, Keberagaman Jadi Kekuatan Perusahaan

 Vale Indonesia Dorong Kepemimpinan Inklusif, Keberagaman Jadi Kekuatan Perusahaan
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarka.co.id – Kepemimpinan yang baik tidak hanya diukur dari pencapaian karier maupun pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan. Prinsip tersebut menjadi salah satu pesan yang dibawa PT Vale Indonesia Tbk dalam Makassar Leadership Summit 2026.

Melalui Chief Human Capital Vale Indonesia, Heriyanto Agung Putra, perusahaan berbagi pandangan mengenai pentingnya kepemimpinan yang inklusif dan berkelanjutan dalam menghadapi perubahan dunia kerja serta dinamika bisnis.

Heriyanto hadir sebagai narasumber dalam panel diskusi bertajuk Inclusive & Sustainable Leadership: People, Planet and Long-Term Values pada Makassar Leadership Summit 2026 yang berlangsung di Makassar, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Perkumpulan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM) Indonesia, APINDO Sulsel, dan GNIK dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pemimpin di Indonesia Timur.

Dalam diskusi tersebut, Heriyanto menyoroti tantangan yang dihadapi pemimpin saat ini, terutama dalam mengelola keberagaman sumber daya manusia di tengah perubahan yang cepat dan situasi yang penuh ketidakpastian.

Menurutnya, organisasi perlu membangun sumber daya manusia yang tangguh sekaligus memiliki kemampuan beradaptasi atau agility agar mampu menghadapi perubahan.

“Pemimpin saat ini menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola keberagaman di tengah perubahan yang cepat dan ketidakpastian. Organisasi harus mampu membangun sumber daya manusia yang tangguh sekaligus memiliki ‘agility’ atau kemampuan beradaptasi. Siapa pun bisa maju, sepanjang dia punya keinginan, energi, dan ‘passion’ untuk bisa mencapai itu,” ujar Heriyanto.

Nilai CARES Jadi Landasan Kepemimpinan

Selain kemampuan beradaptasi, Heriyanto menekankan pentingnya keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas dalam kepemimpinan. Menurutnya, setiap individu memiliki latar belakang dan kondisi yang berbeda sehingga membutuhkan ruang dan kesempatan yang setara untuk berkembang.

Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan masa kini perlu menciptakan lingkungan kerja yang memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk maju, tanpa mengabaikan perbedaan yang ada.

Di Vale Indonesia, prinsip tersebut tercermin melalui nilai-nilai utama perusahaan yang terangkum dalam CARES, yakni Compassion (kepedulian), Accountability (akuntabilitas), Resilience (ketangguhan), Excellence (keunggulan), dan Sustainability (keberlanjutan).

Nilai-nilai tersebut menjadi landasan perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, sekaligus membangun budaya kerja yang inklusif serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

“Keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan bagi seorang pemimpin karena setiap orang memiliki latar belakang serta kondisi yang berbeda. Karena itu, kepemimpinan masa kini harus mampu menciptakan ruang yang memberikan kesempatan kepada semua orang untuk maju,” jelasnya.

Heriyanto menambahkan, CARES juga menjadi pedoman bagi para pemimpin di Vale Indonesia dalam memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan perhatian terhadap aspek keberlanjutan.

Hal tersebut mencakup dampak terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial, termasuk upaya meminimalkan penggunaan karbon dan bahan bakar berbasis batu bara dalam proses produksi.

Menyeimbangkan People, Planet, dan Profit

Dalam pemaparannya, Heriyanto turut menjelaskan prinsip People, Planet and Profit yang dipegang Vale Indonesia.

Prinsip tersebut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengelolaan sumber daya manusia, tanggung jawab terhadap lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Pendekatan ini menempatkan keberhasilan perusahaan tidak hanya pada pencapaian keuntungan bisnis, tetapi juga pada bagaimana kegiatan operasional memberikan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Pandangan tersebut sejalan dengan pesan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, HM Jusuf Kalla, yang menyampaikan keynote speech melalui video rekaman dari Amerika Serikat dalam kegiatan tersebut.

Dalam pesannya, Jusuf Kalla mengingatkan bahwa kepemimpinan dalam tradisi Bugis-Makassar memiliki empat nilai penting, yakni macca atau kecerdasan, warani atau keberanian mengambil keputusan, getteng atau ketegasan, serta malempu atau kejujuran.

Menurut Jusuf Kalla, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengambil keputusan. Kepemimpinan juga perlu memastikan bahwa keberadaan perusahaan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

“Kepemimpinan itu perlu memberi manfaat lebih luas, tidak hanya profit, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan, tumbuh bersama masyarakat, memenuhi prinsip Environment, Social, Governance- ESG,” ungkap Jusuf Kalla.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya mengintegrasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam pengelolaan perusahaan, sehingga pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Kesetaraan dan Relasi Antar-generasi di Dunia Kerja

Selain membahas keberlanjutan, diskusi dalam Makassar Leadership Summit 2026 juga menyoroti tantangan dalam mewujudkan kesetaraan dan keberagaman, termasuk hubungan antargenerasi di lingkungan kerja.

Heriyanto menjelaskan bahwa upaya mewujudkan kesetaraan dapat dilihat melalui sejumlah indikator, di antaranya peningkatan persentase karyawan perempuan serta keterlibatan generasi muda, termasuk Generasi Z, dalam berbagai peran di perusahaan.

Menurutnya, pemenuhan indikator tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun organisasi yang mampu berkembang di tengah dinamika lingkungan bisnis.

“Untuk bisa mewujudkan kesetaraan, terdapat beberapa indikator, seperti penambahan persentase karyawan perempuan yang mengisi lingkungan kerja dan persentase anak muda atau Generasi Z yang mulai mengisi peran di perusahaan,” jelas Heriyanto.

Ia menambahkan, keberagaman dan inklusivitas diharapkan dapat mendukung pertumbuhan perusahaan sekaligus menjaga kekuatan organisasi dari dalam.

Melalui partisipasi dalam Makassar Leadership Summit 2026, Vale Indonesia membagikan perspektif mengenai pentingnya kepemimpinan yang mampu mengelola keberagaman, mengembangkan sumber daya manusia, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjalankan pertambangan yang bertanggung jawab dengan mengintegrasikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik dalam kegiatan operasional maupun pengembangan usaha. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *