KPU Makassar Jadikan Pilketos sebagai Ruang Belajar Demokrasi Siswa
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) di sejumlah SMA/SMK di Makassar tidak sekadar menjadi ajang memilih pemimpin organisasi siswa.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar mendorong pelaksanaan Pilketos menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi pemilih pemula.
Hal itu dilakukan melalui pendampingan tahapan Pilketos Serentak Tingkat SMA/SMK Sederajat Tahun 2026 di SMA Negeri 9, SMA Negeri 10, dan SMA Negeri 4 Makassar, Kamis (24/9/2026).
KPU Makassar memberikan penguatan kepada penyelenggara maupun kandidat terkait sejumlah tahapan pemilihan, mulai dari pendataan pemilih, kampanye, administrasi, hingga pemungutan dan penghitungan suara.
Di SMA Negeri 9 Makassar, Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Makassar Hambaliie mengingatkan penyelenggara agar memastikan seluruh siswa yang memenuhi syarat tercatat sebagai pemilih.
Menurutnya, ketepatan data menjadi salah satu bagian penting agar proses pemilihan berlangsung tertib dan seluruh siswa dapat menggunakan hak pilihnya.
Selain pendataan, penyelenggara juga diminta memperhatikan aturan kampanye, pemasangan alat peraga kampanye, pelaporan dana kampanye serta aturan teknis lainnya.
Sementara Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Makassar Sri Wahyuningsih menekankan pentingnya transparansi dan netralitas penyelenggara dalam proses pemungutan hingga penghitungan suara.
Ia juga mengingatkan para kandidat untuk menjadikan Pilketos sebagai pengalaman berkompetisi secara sehat.
“Para kandidat juga perlu diingatkan sejak awal, bahwa dalam sebuah kompetisi harus siap menang dan siap kalah. Ini merupakan bagian dari pembelajaran nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan bagi calon pemimpin,” ujar Sri.
Di SMA Negeri 9 Makassar, Pilketos 2026 diikuti tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS serta dua kandidat MPK. Pemungutan suara dijadwalkan pada 30 September 2026 dengan jumlah pemilih lebih dari 1.300 siswa.
Pendampingan serupa dilakukan di SMA Negeri 10 Makassar. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan debat pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS.
Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Makassar Sapri menyoroti pentingnya kelengkapan administrasi dalam setiap tahapan Pilketos. Setiap proses, kata dia, perlu memiliki bukti tertulis seperti berita acara maupun kesepakatan dengan pasangan calon.
“Hal ini penting untuk menjaga tertib administrasi penyelenggaraan dan mengantisipasi munculnya persoalan atau sengketa di kemudian hari,” katanya.
Pilketos di SMA Negeri 10 Makassar diikuti dua pasangan calon dan direncanakan menggunakan sistem e-voting yang difasilitasi Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
Sementara di SMA Negeri 4 Makassar, kegiatan pendampingan dikemas melalui apel kesiapan, dialog teknis bersama penyelenggara, serta debat kandidat.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Makassar Muh. Abdi Goncing menyebut Pilketos sebagai miniatur pemilu di lingkungan sekolah.
Ia meminta seluruh kandidat dan pendukung menghormati hasil pemilihan nantinya.
“Calon yang menang harus merangkul yang kalah, dan calon yang kalah harus rela dan harus selalu siap membantu dan berkontribusi untuk kepentingan organisasi dan kemajuan sekolah,” jelas Abdi.
KPU Makassar menilai pengalaman mengikuti proses Pilketos dapat menjadi bekal bagi siswa untuk memahami praktik demokrasi secara langsung, sekaligus menumbuhkan sikap sportif, menghargai perbedaan pilihan dan menerima hasil pemilihan. (*)



