Pertamina Perketat Pengawasan BBM Subsidi, 11.093 Nopol Diblokir
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memblokir 11.093 nomor polisi (nopol) kendaraan yang terindikasi menggunakan QR Code BBM subsidi tidak sesuai ketentuan.
Pemblokiran dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi agar penggunaannya tepat sasaran.
Data Pertamina hingga September 2026 menunjukkan, jumlah nopol yang diblokir paling banyak berasal dari wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), yakni 6.023 nopol.
Selanjutnya, sebanyak 2.355 nopol diblokir di wilayah Sulawesi Tenggara, 2.189 nopol di Sulawesi Tengah, serta 526 nopol di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan pemblokiran dilakukan setelah ditemukan penggunaan QR Code yang terindikasi disalahgunakan maupun digunakan berulang kali.
“Apabila ditemukan QR Code yang terindikasi disalahgunakan atau digunakan secara berulang dan tidak sesuai dengan ketentuan, maka dilakukan pemblokiran,” kata Okky, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan QR Code digunakan sesuai dengan kendaraan yang terdaftar dan peruntukannya.
Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar tidak meminjamkan QR Code kepada orang lain ataupun menggunakan QR Code milik kendaraan lain saat melakukan pembelian BBM subsidi.
Okky menjelaskan, penggunaan QR Code oleh pihak lain dapat terdeteksi dalam sistem sebagai transaksi pengisian yang berulang dan tidak sesuai ketentuan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan QR Code sesuai dengan kendaraan dan kebutuhan masing-masing. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak meminjamkan atau menggunakan QR Code milik pihak lain,” ujarnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan pengawasan dan evaluasi penyaluran BBM subsidi akan terus dilakukan di seluruh wilayah Sulawesi. (*)
Masyarakat yang mengalami kendala terkait QR Code maupun layanan Pertamina lainnya dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang beroperasi selama 24 jam.



