Banner

Pertamina Tambah Pasokan BBM dan LPG, 25 SPBU Makassar Akan Beroperasi 24 Jam

 Pertamina Tambah Pasokan BBM dan LPG, 25 SPBU Makassar Akan Beroperasi 24 Jam
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kepadatan antrean BBM dan menjaga ketersediaan LPG 3 Kg di Sulawesi Selatan.

Langkah tersebut dibahas dalam audiensi jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (10/9/2026).

Salah satu upaya yang disiapkan yakni memperpanjang jam operasional SPBU di Kota Makassar. Sebanyak 16 SPBU akan ditambah jam operasionalnya menjadi 24 jam.

Dengan tambahan tersebut, jumlah SPBU yang melayani masyarakat selama 24 jam di Makassar nantinya mencapai 25 titik. Sebelumnya, terdapat 11 SPBU yang telah beroperasi 24 jam.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan penambahan jam operasional merupakan bagian dari penyesuaian pelayanan terhadap kondisi di lapangan.

Selain itu, Pertamina juga menambah alokasi BBM sekitar 10 hingga 15 persen dari rata-rata penyaluran harian pada wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan.

“Kami terus menyesuaikan distribusi berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Mulai dari penambahan alokasi, pengaturan antrean melalui marshalling, penguatan pasokan LPG, sampai memperluas jam pelayanan SPBU,” kata Deny.

Menurutnya, kebutuhan Solar JBT tercatat meningkat sekitar 10–15 persen sejak Juni hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas logistik, pelebaran disparitas harga, serta adanya indikasi aktivitas pelangsiran.

Kenaikan harga pada 1 September 2026 turut memperlebar disparitas sehingga berdampak pada peningkatan antrean Solar di sejumlah SPBU.

Dalam dua hingga tiga hari terakhir, kepadatan antrean juga mulai terlihat pada penyaluran Pertalite.

Untuk mengurai kepadatan, Pertamina menerapkan sistem marshalling di SPBU yang mengalami antrean panjang. Kendaraan diarahkan ke SPBU lain yang kondisi antreannya lebih landai.

Di sektor LPG, Pertamina memperkuat penyaluran LPG 3 Kg hingga mencapai 130 persen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang membutuhkan.

Deny menambahkan, pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi juga diperketat. Pertamina telah memblokir 6.023 nomor polisi yang terindikasi melakukan transaksi tidak sesuai dengan ketentuan.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM maupun LPG secara berlebihan.

“Masyarakat tidak perlu panic buying. Pertamina memastikan stok BBM dan LPG di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, tetap terjaga dan mencukupi kebutuhan energi masyarakat,” ujar Andi Sudirman.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, lanjutnya, juga akan segera membentuk Satgas untuk memperkuat pengawasan distribusi BBM dan LPG di kabupaten dan kota.

Andi Sudirman menilai pengawasan perlu dilakukan secara bersama-sama agar subsidi pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

“Kita perlu bergerak bersama untuk memastikan penyaluran BBM dan LPG tepat sasaran. Pengawasan di lapangan harus diperkuat agar masyarakat yang memang berhak menerima subsidi mendapatkan akses sesuai kebutuhannya,” katanya.

Selain BBM, pemerintah dan Pertamina turut menyoroti penggunaan LPG 3 Kg untuk kegiatan di luar sasaran subsidi, termasuk untuk kebutuhan pengairan pertanian.

Pertamina bersama pemerintah daerah akan melanjutkan koordinasi, termasuk melalui pelaporan realisasi penyaluran dan kuota BBM maupun LPG kepada pemerintah provinsi.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan energi sekaligus memastikan distribusi BBM dan LPG bersubsidi berlangsung tepat sasaran. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *