Banner

Aksi Warga Pulau Lae-Lae Panen Ratusan Kilogram Sampah, Ini Fakta Mengejutkannya

 Aksi Warga Pulau Lae-Lae Panen Ratusan Kilogram Sampah, Ini Fakta Mengejutkannya
Banner
Banner

MAKASSAR,Radioalmarkaz.co.id– Gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat mulai menunjukkan hasil di wilayah kepulauan. Dalam aksi Gerakan Zero Sampah yang digelar di RW 003 Kelurahan Lae-Lae, Kecamatan Ujung Pandang, sebanyak 353,1 kilogram sampah berhasil dipilah hanya dalam satu rangkaian kegiatan, Jumat (17/7/2026).

Mayoritas sampah yang terkumpul merupakan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi, mulai dari botol plastik, gelas plastik, kardus, aluminium hingga kaleng minuman.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pemilahan sampah dari sumbernya dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Makassar Zero Waste yang terus diperluas hingga wilayah kepulauan.

“Dalam rangka mendukung program Makassar Zero Waste dan mewujudkan lingkungan yang bersih serta sehat, kami melaksanakan Gerakan Zero Sampah di RW 003 Kelurahan Lae-Lae,” ujarnya.

Menurut Nanin, edukasi di Pulau Lae-Lae memiliki peran penting mengingat kawasan tersebut berada di pesisir dengan keterbatasan lahan sehingga sangat rentan terhadap pencemaran laut akibat sampah.

Karena itu, masyarakat diajak mengubah kebiasaan dengan memilah sampah sejak dari rumah. Warga diberikan pemahaman mengenai tiga kategori sampah, yakni sampah organik yang dapat diolah menjadi kompos, sampah anorganik yang bisa didaur ulang atau disalurkan ke bank sampah, serta sampah residu yang tidak lagi dapat dimanfaatkan.

Selain sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan pengambilan sampah dari rumah-rumah warga, proses pemilahan, penimbangan, hingga aksi bersih-bersih di kawasan pesisir. Kegiatan tersebut melibatkan aparat Kecamatan Ujung Pandang, Kelurahan Lae-Lae, RT/RW, masyarakat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Negeri Makassar.

Hasil penimbangan menunjukkan sampah anorganik mendominasi dengan total 335,1 kilogram, terdiri dari 167,6 kilogram botol plastik, 97,5 kilogram gelas plastik, 65 kilogram kardus, 2 kilogram aluminium, dan 3 kilogram kaleng minuman.

Sementara itu, sampah organik tercatat sebanyak 10,1 kilogram, sedangkan sampah residu hanya 7,9 kilogram.

Nanin menilai edukasi ini semakin relevan menjelang penerapan kebijakan Pemerintah Kota Makassar mulai 1 Agustus 2026, di mana TPA Tamangapa hanya akan menerima sampah residu sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah menuju sanitary landfill.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama Gerakan Zero Sampah bukan sekadar membersihkan lingkungan, melainkan membangun budaya pengelolaan sampah melalui penerapan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) agar pencemaran pesisir dan laut dapat ditekan.

“Kami berharap RW 003 Kelurahan Lae-Lae dapat menjadi kawasan percontohan pengelolaan sampah di wilayah kepulauan. Keberhasilan ini hanya bisa dicapai melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi,” tutup Nanin. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *