Banner

Aksi ASN Jadi Inovasi BKPSDM Makassar, Pelatihan Pegawai Disesuaikan dengan Kompetensi

 Aksi ASN Jadi Inovasi BKPSDM Makassar, Pelatihan Pegawai Disesuaikan dengan Kompetensi
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – Kepala BKPSDM Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, menegaskan bahwa proyek perubahan yang diinisiasi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026 merupakan upaya memperkuat kualitas aparatur sipil negara (ASN) sekaligus meningkatkan pelayanan publik di Kota Makassar.

Hal tersebut disampaikan Kamelia usai Launching Proyek Perubahan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026 di Aston Hotel Makassar, Jalan Sultan Hasanuddin, Senin (13/7/2026).

Menurut Kamelia, sebanyak 70 peserta dari berbagai daerah mengikuti PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026. Dari jumlah tersebut, delapan peserta berasal dari Pemerintah Kota Makassar dan masing-masing diwajibkan menyusun satu proyek perubahan yang dapat diterapkan di instansi masing-masing.

“Setiap peserta membuat satu proyek perubahan yang harapannya dapat memperbaiki kinerja ASN sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih maksimal.

Proyek ini wajib dan melalui proses diskusi serta pembimbingan dengan mentor maupun penguji, sehingga bukan sekadar konsep, tetapi harus ditindaklanjuti setelah pelatihan,” ujar Kamelia.

Salah satu proyek perubahan yang diusung BKPSDM Kota Makassar adalah Aksi ASN, sebuah inisiatif yang berfokus pada pemetaan kompetensi pegawai serta pengembangan kapasitas ASN melalui sistem pelatihan yang lebih efektif.

Ia menjelaskan, Aksi ASN bukan sekadar aplikasi, melainkan gerakan yang mengintegrasikan pemetaan kompetensi dengan pemanfaatan teknologi digital, termasuk e-learning, agar proses peningkatan kompetensi pegawai menjadi lebih mudah diakses.

“Tujuannya memetakan pegawai sesuai kompetensinya, kemudian menentukan pelatihan yang benar-benar dibutuhkan. Dengan jumlah ASN Makassar yang mencapai lebih dari 23 ribu orang, tentu pelatihan secara tatap muka untuk semuanya membutuhkan biaya besar. Melalui e-learning, pegawai bisa mengikuti pelatihan dengan lebih mudah dan efisien,” jelasnya.

Kamelia menambahkan, program tersebut juga mendukung penguatan manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) maupun kecamatan akan memperoleh program pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

“Setiap OPD memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada dinas yang membutuhkan pelatihan manajerial, ada yang membutuhkan kompetensi teknis tertentu. Jadi pelatihannya tidak disamaratakan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” katanya.

Pada peluncuran proyek perubahan, delapan peserta asal Kota Makassar juga menampilkan video promosi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurut Kamelia, penggunaan AI dipilih sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus untuk memperkuat penyampaian pesan kepada masyarakat.

“Kami sepakat menggunakan AI karena saat ini teknologinya sedang berkembang pesat. Ini menjadi media promosi agar proyek perubahan lebih menarik, mudah dipahami, dan pesan yang ingin kami sampaikan bisa diterima masyarakat maupun ASN,” ungkapnya.

Ia menilai pemanfaatan AI sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mempercepat transformasi digital sebagaimana menjadi arahan Wali Kota Makassar.

Kamelia berharap seluruh proyek perubahan yang dihasilkan peserta PKN Tingkat II tidak berhenti sebagai syarat kelulusan pelatihan, tetapi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya.

“Proyek perubahan ini akan terus kami jalankan dan evaluasi. Harapan kami bukan hanya bermanfaat bagi Pemerintah Kota Makassar, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas ASN dan pelayanan publik,” tutupnya. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *