Banner

Simulasi SPMB Makassar Ditambah Sampai 21 Mei, Ini Penyebabnya

 Simulasi SPMB Makassar Ditambah Sampai 21 Mei, Ini Penyebabnya
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id-Pemerintah Kota Makassar melalui tim teknis SPMB terus melakukan penyempurnaan sistem penerimaan murid baru tahun 2026.

Masa simulasi yang awalnya hanya berlangsung dua hari resmi diperpanjang hingga 21 Mei 2026 setelah tingginya antusiasme masyarakat dalam mencoba platform pendaftaran.

Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patiganamenyebut banyak warga memanfaatkan simulasi untuk mencoba alur pendaftaran sekaligus menyampaikan berbagai masukan terkait sistem yang dinilai masih membingungkan.

“Awalnya simulasi hanya dua hari, kemarin dan hari ini. Tapi ternyata antusiasme masyarakat sangat tinggi dan banyak sekali pertanyaan masuk. Dari situ kami melihat masih ada beberapa flow yang perlu diperbaiki,” ujar Gita, saat menggelar Presscon Rabu(14/05).

Perpanjangan simulasi dilakukan agar penyempurnaan sistem dapat dilakukan secara langsung selama proses uji coba berlangsung. Masukan dari masyarakat disebut menjadi bahan evaluasi utama agar saat pelaksanaan resmi dimulai, risiko kebingungan pengguna bisa diminimalisir.

Menurutnya, SPMB tahun ini menggunakan sistem baru sehingga proses adaptasi membutuhkan partisipasi masyarakat untuk memberikan umpan balik terhadap platform yang digunakan.

Dalam simulasi tersebut, kendala paling banyak ditemukan pada alur pendaftaran akun dan proses login peserta didik. Sistem SPMB membedakan alur pengguna yang sudah memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan yang belum terdaftar.

Bagi calon peserta didik yang sudah memiliki NISN, data dapat langsung dicek di sistem dan pengguna akan memperoleh username serta password untuk login.

Sementara peserta yang belum memiliki NISN diwajibkan membuat akun terlebih dahulu sebelum melanjutkan proses pendaftaran.

“Di bagian itu masih banyak yang bingung. Tapi memang flow login-nya harus menyesuaikan dengan sistem yang sudah ada,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, tim teknis mengaku mulai menerapkan pendekatan yang lebih “human-sentris” dengan melakukan beberapa iterasi tampilan dan alur sistem berdasarkan pengalaman pengguna selama simulasi berlangsung.

Selain itu, Pemkot Makassar juga berencana membuka grup WhatsApp maupun Telegram sebagai wadah masyarakat menyampaikan keluhan, pertanyaan, maupun saran secara langsung kepada tim teknis.

“Kemungkinan hari ini kami buat grup WhatsApp atau Telegram supaya masyarakat bisa langsung memberikan feedback dan kami juga bisa cepat memberikan penjelasan ataupun melakukan perbaikan sistem,” katanya.

Simulasi SPMB ini berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK, SD hingga SMP. Dalam tahap simulasi, masyarakat sudah bisa mencoba proses pendaftaran sesuai jalur dan jenjang masing-masing.

Untuk mendukung pelaksanaan sistem zonasi, peserta juga diminta menentukan lokasi tempat tinggal saat mengisi formulir pendaftaran.

Di sisi lain, kata Gita kesiapan infrastruktur server menjadi perhatian utama. Mengingat jadwal pendaftaran TK, SD, dan SMP dilaksanakan bersamaan seperti tahun sebelumnya, sistem server disebut telah dipisahkan agar mampu menampung lonjakan pengguna secara bersamaan.

“Kalau nanti banyak pengguna masuk bersamaan, kami sudah memisahkan server untuk meminimalisir risiko down,” ujarnya.

Tak hanya itu, pengujian keamanan dan ketahanan sistem juga telah dilakukan melalui penetration test sebanyak tiga kali dengan simulasi jumlah pengguna potensial.

“Jadi sebelum SPMB dimulai kami memang sudah melakukan pen-test tiga kali. Kalau lolos, insyaallah lonjakan user nantinya bukan menjadi masalah sistem,” tutupnya. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *