Dahnil Bongkar Sistem Baru Makkah Route di Makassar
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Azhar Simanjuntak meninjau langsung layanan Makkah Route atau fast track haji di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Rabu (13/05). Program ini menjadi salah satu inovasi pelayanan haji 2026 bagi jemaah Embarkasi Makassar.
Dahnil menjelaskan, melalui layanan Makkah Route, proses keimigrasian Arab Saudi dilakukan langsung di Indonesia sebelum jemaah berangkat. Dengan sistem tersebut, jemaah tidak lagi menjalani pemeriksaan imigrasi saat tiba di Jeddah.
“Jadi ketika tiba di Jeddah, jamaah tidak membutuhkan proses keimigrasian lagi. Mereka langsung menuju bus dan hotel masing-masing. Barang-barang juga sudah diselesaikan,” ujar Dahnil saat melakukan pemantauan layanan.
Ia menyebut Makassar menjadi salah satu embarkasi tambahan yang menerapkan layanan Makkah Route di Indonesia. Saat ini layanan tersebut tersedia di Jakarta, Surabaya, Solo, dan Makassar, sementara pemerintah berencana menambah beberapa embarkasi lain tahun depan melalui kerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi.
Menurut Dahnil, layanan ini mampu memangkas waktu proses pemeriksaan keimigrasian secara signifikan. Untuk sekitar 400 jemaah, proses pelayanan disebut hanya memakan waktu sekitar 40 menit.
Selain meninjau pelayanan, Dahnil juga menyoroti upaya pencegahan haji ilegal dan kasus jemaah yang pernah dideportasi atau masuk daftar larangan dari Pemerintah Arab Saudi. Ia mengatakan pemerintah Indonesia tengah memperkuat kerja sama pertukaran data keimigrasian dengan otoritas Saudi.
“Saat ini sudah ada satgas gabungan dari kepolisian, imigrasi, serta Kementerian Haji dan Umrah. Ke depan kami ingin ada pertukaran data langsung dengan otoritas keimigrasian Saudi Arabia untuk mencegah kasus jamaah yang terkena larangan masuk,” katanya.
Dahnil mengungkapkan, hingga saat ini belum ditemukan praktik keberangkatan haji ilegal di Bandara Sultan Hasanuddin. Berbeda dengan di Jakarta yang ditemukan puluhan calon jemaah hendak berangkat tanpa visa haji resmi.
Ia menegaskan layanan Makkah Route sementara ini diprioritaskan untuk jemaah haji reguler yang diberangkatkan pemerintah, sedangkan jemaah haji plus belum mendapatkan fasilitas serupa.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Sri Wulan turut mengapresiasi pelayanan Makkah Route di Embarkasi Makassar. Menurutnya, sistem baru yang diterapkan membuat proses pemeriksaan menjadi lebih modern karena selain manual juga menggunakan teknologi tap digital.
Sri Wulan menilai fasilitas yang tersedia bagi calon jemaah haji sangat memadai, mulai dari ruang tunggu yang luas, layanan kesehatan, tempat ibadah, toilet, hingga fasilitas air minum.
“Pelayanannya sangat luar biasa. Jamaah bisa menunggu dengan nyaman dan beristirahat. Proses pelayanan dari masuk sampai selesai maksimal sekitar satu jam,” ujarnya.
Ia juga memastikan proses penyaringan jemaah nonprosedural sudah dilakukan sejak di asrama haji sebelum memasuki layanan Makkah Route, sehingga calon jemaah tanpa prosedur resmi tidak dapat melanjutkan proses keberangkatan. (RB)



