Makassar Jadi Daerah Terbaik Nasional dalam Perlindungan Pekerja,
JAKARTA, Radioalmarkaz.co.id- Kota Makassar mencatat pencapaian nasional di bidang perlindungan tenaga kerja setelah berhasil meraih Paritrana Award 2025 sebagai kabupaten/kota terbaik se-Indonesia dalam penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Penghargaan tersebut diterima langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada seremoni penganugerahan di Plaza BPJAMSOSTEK, Jakarta, Jumat (8/5/2025). Penghargaan diserahkan oleh Muhaimin Iskandar.
Keberhasilan tersebut menjadi perhatian nasional lantaran Makassar menjadi satu-satunya daerah di luar Pulau Jawa yang mampu meraih penghargaan bergengsi itu. Kota Daeng juga menjadi wakil tunggal dari Sulawesi Selatan dalam daftar penerima penghargaan.
Paritrana Award diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara menyeluruh, terutama bagi pekerja rentan dan sektor informal.
Munafri Arifuddin atau Appi mengatakan penghargaan itu bukan sekadar simbol prestasi, tetapi menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat pekerja yang selama ini minim perlindungan sosial.
Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar terus memperluas jangkauan perlindungan bagi kelompok rentan seperti buruh harian, pekerja seni, ketua RT/RW, kader sosial, hingga pekerja informal lainnya.
“Pemerintah harus hadir memastikan masyarakat pekerja mendapatkan perlindungan dan rasa aman saat bekerja,” ujarnya.
Pemkot Makassar sendiri menjalankan Program Makassar Berjasa atau Makassar Berbagi Jaminan Sosial sebagai salah satu program prioritas daerah untuk memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Melalui program tersebut, sebanyak 81.466 pekerja rentan kini telah mendapatkan perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian yang dibiayai pemerintah daerah.
Tak hanya itu, sekitar 45 ribu warga juga tercatat telah menerima manfaat program Jaminan Hari Tua atau JHT.
Appi menjelaskan, pekerja rentan menjadi perhatian utama karena memiliki risiko kerja tinggi namun sering kali tidak memiliki penghasilan tetap maupun akses perlindungan sosial yang memadai.
Karena itu, Pemkot Makassar menghadirkan berbagai inovasi, termasuk program keagenan Perisai berbasis RT/RW untuk mempermudah masyarakat mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Skema tersebut juga dinilai mampu membuka peluang kerja baru sekaligus mempercepat target universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan di Makassar.
Sepanjang tahun 2025, total manfaat klaim BPJS Ketenagakerjaan yang telah disalurkan kepada pekerja di Makassar mencapai Rp43,37 miliar dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 6.881 orang.
Penerima manfaat tersebut mencakup pegawai non-ASN, perangkat desa, RT/RW, hingga kader kemasyarakatan.
Munafri berharap cakupan perlindungan sosial ketenagakerjaan di Makassar terus meningkat sehingga seluruh pekerja, khususnya kelompok rentan, dapat bekerja dengan lebih aman dan sejahtera.
Ia juga menegaskan bahwa capaian Paritrana Award merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, perangkat daerah, dunia usaha hingga serikat pekerja.
“Keberhasilan ini adalah kerja bersama dalam memastikan perlindungan sosial ketenagakerjaan semakin luas dirasakan masyarakat,” tutupnya. (“)



