Banner

Jemaah Haji Hamil dan Sakit Dipulangkan, Ini Penjelasan Resmi

 Jemaah Haji Hamil dan Sakit Dipulangkan, Ini Penjelasan Resmi
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – Proses pemberangkatan jemaah haji yang telah memasuki kloter 6 dilaporkan berjalan lancar. Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulsel  Ikbal Ismail saat ditemui di Asrama Haji Sudiang Jumat(25/04) memastikan seluruh tahapan pelayanan, mulai dari penerimaan hingga keberangkatan, dapat diselesaikan dengan cepat dan tertib.

“Alhamdulillah sejauh ini proses pemberangkatan berjalan lancar. Proses penerimaan di sini kurang lebih dua jam sudah selesai, mencakup berbagai layanan yang diperlukan jemaah,” ujar Ikbal.

Meski demikian, kata Ikbal, terdapat sejumlah jemaah yang belum dapat diberangkatkan karena kondisi kesehatan.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa jemaah yang dinyatakan belum layak terbang, termasuk yang sedang hamil dan yang masih membutuhkan perawatan medis.

Lanjut, memastikan bahwa jemaah yang ditunda keberangkatannya akan tetap diberangkatkan setelah kondisi kesehatannya membaik. “Nantinya jemaah-jemaah tersebut apabila sudah pulih kembali akan kami berangkatkan di kloter berikutnya,” jelas Ikbal.

Hingga saat ini, tercatat dua jemaah batal berangkat dan telah dipulangkan ke daerah asal.

Sementara itu, dua jemaah lainnya masih dalam proses perawatan dan akan dijadwalkan ulang keberangkatannya. Diperkirakan mereka dapat berangkat dalam waktu lima hingga tujuh hari ke depan bersama kloter selanjutnya.

Di sisi lain tegas Ikbal, kesiapan petugas dinilai cukup optimal. Para petugas yang bertugas merupakan tenaga berpengalaman yang sebelumnya telah dilatih untuk memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah.

Pelayanan khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia), yang menjadi prioritas utama. Petugas aktif mendatangi dan melayani lansia agar proses berjalan lebih cepat dan nyaman. “Pelayanan lansia sudah clear lebih dulu. Jadi petugas yang datang langsung ke jemaah,” tambahnya.

Namun, tantangan tersendiri muncul pada pemeriksaan jemaah usia subur. Petugas harus melakukan pemeriksaan lebih teliti untuk memastikan tidak ada jemaah yang sedang hamil sebelum diberangkatkan.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan seluruh proses pemberangkatan jemaah haji ke depan tetap berjalan lancar dan aman, serta mengutamakan keselamatan seluruh jemaah, tutup Ikbal.

Sebelumnya Dua jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Soppeng yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 1 Embarkasi Makassar dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci pada Rabu (22/4/2026) dini hari.

Keduanya batal terbang setelah hasil pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Sudiang menyatakan kondisi mereka tidak layak untuk melakukan perjalanan udara. Jemaah pertama, Sabriati (32), terdeteksi hamil dengan usia kandungan 10 minggu.

Sementara jemaah kedua, Rahmi Miden (47), terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar karena kondisi fisiknya yang menurun drastis sebelum keberangkatan. (RB)

 

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *