Banner

Krisis Air di Makassar Utara Disorot Dewan, PDAM Ungkap Penyebab dan Siapkan Solusi

 Krisis Air di Makassar Utara Disorot Dewan, PDAM Ungkap Penyebab dan Siapkan Solusi
Banner
Banner

Makassar, Radioalmarkaz.co.id – Permasalahan krisis air bersih di wilayah utara Kota Makassar kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi A DPRD Makassar dari Fraksi PPP, Rahmat Taqwa Quraisy, menilai persoalan ini terus berulang setiap tahun tanpa solusi yang tuntas.
Ia mengungkapkan, warga di wilayah utara banyak yang terpaksa menggunakan sumur bor akibat pasokan air PDAM yang tidak mengalir, namun tetap dibebani tagihan bulanan.

“Rata-rata warga di utara pakai sumur bor, tapi tetap ditagih uang beban PDAM. Saya sendiri empat bulan pakai sumur bor, tapi tagihan tetap jalan,” ujarnya, Saat mengikut Rapat dan Evaluasi Pelaksaan Program APBD Kota Makassar di Balaikota kemarin (15/04).

Menurutnya, kondisi distribusi air juga tidak merata. Dalam satu kawasan, ada sebagian kecil rumah yang tetap mendapatkan aliran air, sementara lainnya tidak sama sekali.
“Kalau dari seribu rumah, mungkin hanya sepuluh yang airnya terus mengalir. Ini jadi pertanyaan, sementara sumbernya sama,” tambahnya.

Ia menilai kondisi ini harus menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemerintah Kota Makassar bersama PDAM, terutama menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.
Rahmat juga menyoroti kualitas air tanah di wilayah utara yang cenderung payau, sehingga warga harus mengebor hingga kedalaman 30–40 meter untuk mendapatkan air bersih.

Selain itu, ia mempertanyakan kebijakan pergantian pipa yang dinilai belum menyelesaikan masalah distribusi air.

“Setiap tahun ada penggantian pipa, tapi air tetap tidak mengalir. Artinya bukan hanya pipa, tapi mungkin sumber airnya yang harus dibenahi dengan inovasi,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka pendek, ia mengusulkan pembangunan penampungan air di setiap kelurahan, serta pemanfaatan teknologi penyaringan air untuk memenuhi kebutuhan warga.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air PDAM Makassar, Wahidin, saat ditemui media di kantor PDAM Kota Makassar, Jalan Dr. Sam Ratulangi menjelaskan bahwa persoalan utama di wilayah utara terletak pada sistem distribusi air yang masih mengandalkan gravitasi.

Menurutnya, sumber air dari Instalasi Panaikang memiliki elevasi sekitar 13 meter, sehingga tekanan air yang dihasilkan hanya sekitar 1,3 bar. Kondisi ini berbeda dengan wilayah timur yang menggunakan sistem pompa dengan tekanan hingga 4,7 bar.

“Wilayah utara itu berada di ujung pelayanan, sehingga tekanan air sering habis di perjalanan sebelum sampai ke pelanggan,” jelasnya.

Selain itu, PDAM juga menghadapi penurunan drastis debit air baku dari Bendung Lekopancing. Dari kondisi normal sekitar 1.300 liter per detik, kini turun menjadi hanya sekitar 360 liter per detik dalam dua pekan terakhir.

Penurunan ini, lanjut Wahidin, dipengaruhi oleh pemanfaatan air di sepanjang saluran terbuka oleh warga di wilayah Kabupaten Maros untuk kebutuhan usaha, seperti kolam ikan.

Sebagai langkah darurat, PDAM memanfaatkan sumber alternatif dari Sungai Moncongloe dengan tambahan suplai 600 hingga 900 liter per detik, serta menyiagakan 14 armada mobil tangki untuk distribusi air gratis kepada warga terdampak.

“Saat ini distribusi air tangki mencapai 20 hingga 30 rit per hari, bahkan bisa sampai 100 rit saat kondisi ekstrem,” ujarnya.

Untuk jangka panjang, PDAM tengah mengkaji pemanfaatan sumber air baku baru dari Sungai Tallo dan Sungai Jeneberang guna mengatasi krisis air yang terus berulang.
Terkait pergantian pipa, Wahidin menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan karena faktor usia dan korosi, terutama pada pipa galvanis di wilayah pesisir yang memiliki kadar garam tinggi.

“Secara luar terlihat bagus, tapi di dalam sudah korosi dan menyempit, sehingga menghambat aliran air,” jelasnya.

Di tempat yang sama PLT. Kasie Humas PDAM Hasan menambahkan, peningkatan jumlah pelanggan juga menjadi alasan utama penggantian pipa dengan diameter yang lebih besar agar distribusi air dapat lebih merata.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, PDAM berharap layanan air bersih di wilayah utara Makassar dapat terus ditingkatkan, meskipun tantangan ketersediaan air baku masih menjadi kendala utama. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *