Dorong Kepercayaan Produk Daging Halal, BI Sulsel Cetak JULEHA Bersertifikat
Makassar, Radioalmarkaz.co.id– Penguatan rantai nilai halal di Sulawesi Selatan terus digencarkan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menggandeng Lembaga Pemeriksa Halal UIN Alauddin Makassar menggelar Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal (JULEHA) bagi pelaku usaha dan tukang sembelih di sejumlah daerah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Ekonomi Syariah (PESyar) 2026 yang menjadi program strategis Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem halal di daerah.
Rizki Ernadi Wimanda Kepala Perwakilan BI Sulsel mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapan menghadapi kewajiban sertifikasi halal yang berlaku mulai 17 Oktober 2026.
Kegiatan ini diikuti peserta dari 4 kabupaten dan Sebanyak 15 peserta ambil bagian dalam pelatihan ini. Mereka berasal dari Kabupaten Barru, Pangkep, Enrekang, dan Gowa, yang terdiri atas tukang sembelih serta pelaku usaha rumah potong hewan.
Rizki menambahkan kegiatan dimulai secara daring pada 11 Februari 2026 melalui Zoom Meeting, kemudian dilanjutkan secara luring pada 13–14 Februari 2026 di Ruang Lecture Theatre, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar.
Peserta mendapatkan pembekalan materi syariat penyembelihan serta standar teknis kesehatan hewan. Pada hari terakhir, peserta menjalani praktik langsung penyembelihan sesuai standar yang telah dipelajari, sekaligus mengikuti uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai Penyelia Halal.
Kata Rizki peran strategis JULEHA dalam rantai halal dinilai krusial karena juru sembelih halal merupakan mata rantai pertama dalam menentukan status kehalalan produk daging sebelum diproses dan didistribusikan ke masyarakat.
“Proses penyembelihan yang tidak sesuai syariat maupun standar teknis kesehatan berpotensi memengaruhi kualitas dan kehalalan produk hingga ke tahap hilir.Karena itu, peningkatan kompetensi dan sertifikasi JULEHA menjadi kebutuhan mendesak dalam memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk halal, ujar Rizki.
Rizki menambahkan Bank Indonesia mendorong pengembangan ekonomi syariah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Program ini juga sejalan dengan arah pembangunan ekonomi syariah nasional sebagaimana tertuang dalam rencana pembangunan jangka panjang dan menengah nasional, tuturnya.
Menurut Rizki, Dengan bertambahnya jumlah JULEHA profesional bersertifikat di Sulawesi Selatan, diharapkan kualitas produk hewan potong semakin terjamin, sekaligus memperkuat kontribusi sektor halal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sinergi antara Bank Indonesia dan lembaga pemeriksa halal ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat terbentuknya ekosistem halal yang kokoh di Sulawesi Selatan. (*)



