Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 PK-THT, Resmi di Tutup
MAKASSAR,Radioalmarkaz.co.id– Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, secara resmi menyatakan Operasi Pencarian dan Evakuasi (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT dinyatakan selesai, setelah seluruh temuan korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak berwenang.
Pernyataan tersebut disampaikan Mohammad Syafii dalam konferensi pers penutupan Operasi SAR, Jumat malam, (23/01).
Mohammad Syafii menjelaskan, pada hari ketiga operasi, tim SAR menemukan korban kedua. Namun kondisi cuaca ekstrem serta medan berat di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, membuat proses evakuasi belum memungkinkan untuk segera dilaksanakan.
“Evakuasi baru bisa dilakukan tiga hari setelah penemuan, masing-masing satu korban melalui jalur udara dan satu korban melalui jalur darat. Saat itu kondisi cuaca sangat tidak mendukung,” ungkapnya.
Basarnas bahkan melakukan operasi modifikasi cuaca, namun upaya tersebut hanya mampu menurunkan intensitas cuaca sekitar 30 persen dari prediksi harian, sehingga evakuasi udara tetap mengalami kendala.
Meski demikian, pada hari ketujuh operasi, kondisi cuaca membaik dan memungkinkan pelaksanaan evakuasi secara optimal.
“Alhamdulillah, pada hari ketujuh kita bisa melaksanakan operasi dengan maksimal dan berhasil mengevakuasi seluruh korban yang telah ditemukan. Total temuan yang berhasil dievakuasi adalah 11 body part,” ujar Mohammad Syafii.
]Seluruh temuan korban telah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, sementara potongan badan pesawat diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk keperluan investigasi.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Kepolisian, Basarnas menyampaikan bahwa dari 11 body part yang diserahkan ke DVI, hasil pemeriksaan memastikan terdapat 10 jenazah korban yang berbeda. Saat ini, proses identifikasi identitas korban masih terus berlangsung oleh Tim DVI Polri.
“Tiga jenazah telah diserahkan kepada keluarga korban sebelumnya, dan tujuh jenazah lainnya diserahkan hari ini kepada DVI untuk proses identifikasi lanjutan. Seluruh body part yang ditemukan merupakan bagian tubuh yang berbeda,” jelasnya.
Dengan dasar hasil temuan tersebut serta masukan dari seluruh unsur yang terlibat, Mohammad Syafii selaku SAR Coordinator menyatakan Operasi SAR pencarian dan evakuasi kecelakaan pesawat PK-THT secara resmi ditutup.
Meski demikian, Basarnas tetap melanjutkan operasi kesiapsiagaan rutin melalui Kantor SAR Sulawesi Selatan.
“Apabila di kemudian hari terdapat laporan masyarakat terkait penemuan sisa body part sekecil apa pun, maka Basarnas tetap berkewajiban melakukan evakuasi dan menyerahkannya kepada DVI Polri. Itu bagian dari tugas kemanusiaan kami,” tegasnya.
Terkait lokasi kejadian, Basarnas memastikan bahwa yang dibatasi hanyalah area operasi pencarian, bukan seluruh kawasan Pegunungan Bulusaraung. Kawasan wisata tersebut dapat kembali dibuka untuk umum dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.
Di akhir pernyataannya, Mohammad Syafii mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas.
“Kami mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu mengedepankan prinsip safety first. Jangan melakukan aktivitas apa pun tanpa jaminan keamanan, apalagi di wilayah ekstrem atau ketinggian,” pungkasnya. (RB)



