Banner

Khutbah Idul Fitri di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Prof. Husni Tanra : Puasa sebagai Pengendali Diri dan Pembersih Fisik

 Khutbah Idul Fitri di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Prof. Husni Tanra : Puasa sebagai Pengendali Diri dan Pembersih Fisik
Banner
Banner

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Masjid Al-Markaz Al-Islami kembali menjadi saksi kebersamaan umat Muslim dalam melaksanakan Shalat Idul Fitri 1446 H. Pelaksanaan ibadah kali ini dihadiri oleh jamaah yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan, dimulai dengan shalat berjamaah yang khusyuk dan dilanjutkan dengan khutbah yang menggugah hati.

 

Khatib pada kesempatan kali ini adalah Prof. Dr. A. Husni Tanra, Ph.D., yang membawakan khutbah dengan tema “Puasa sebagai Pengendali Diri dan Pembersih Fisik.”

 

Dalam khutbahnya, Prof. A. Husni Tanra mengajak umat Muslim untuk merenungkan kisah Nabi Adam dan Hawa dalam Al-Qur’an, yang mengingatkan kita akan asal-usul kehidupan yang penuh kebahagiaan, yaitu hidup di surga. Namun, ada satu larangan dari Allah yang dilanggar oleh mereka, yang kemudian mengakibatkan mereka jatuh dari surga.

 

“Dan Kami berfirman, ‘Hai Adam, diamlah kamu dan istrimu di surga ini dan makanlah makanan-makanannya yang banyak, lagi baik di mana saja yang kamu sukai.’” (QS. 2:35).

 

Khatib menyampaikan bahwa meskipun hanya ada satu larangan di surga, Adam dan Hawa tetap tergoda untuk melanggarnya. Ini menjadi pelajaran penting bagi umat manusia, bahwa sebagai keturunan Adam, kita memiliki potensi yang sama untuk tergoda oleh berbagai hal, dan penting bagi kita untuk mengendalikan diri, terutama dalam menghadapi berbagai godaan hidup.

 

Tema pengendalian diri, menurut khatib, sangat relevan dengan ajaran puasa. Puasa mengajarkan umat Islam untuk menahan diri, baik dari makan, minum, hingga emosi negatif. Prof. A. Husni Tanra menegaskan bahwa tanpa kemampuan untuk mengendalikan diri, manusia akan mudah terjerumus ke dalam keserakahan dan tindakan yang merusak.

 

Selanjutnya, khatib mengingatkan bahwa dalam setiap aspek kehidupan, pengendalian diri adalah kunci utama moralitas. Beliau mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa manusia yang diberikan kekayaan berlimpah tidak akan pernah puas, bahkan akan selalu menginginkan lebih.

 

“Seandainya manusia diberi lembah penuh berisi emas, maka ia masih menginginkan lembah yang kedua semisal itu.” (H.R. Bukhari).

 

Melalui ajaran puasa, kita dilatih untuk menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, dan meraih derajat ketakwaan. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Baqarah ayat 183:

 

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

 

Khatib juga menambahkan bahwa, meskipun pada bulan Ramadan kita digembleng untuk menahan diri, di bulan Syawal kita diharapkan mampu menunjukkan perubahan yang lebih baik, seperti metamorfosis dari ulat menjadi kepompong dan akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah. Kita harus terus menjaga kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap langkah kehidupan kita, dan menjadikan ketakwaan sebagai landasan hidup yang utama.

 

“Kita kembali kepada kesucian fitrah kemanusiaan kita,” ujarnya menutup khutbah.

 

Dengan semangat Idul Fitri, umat Islam di Masjid Al-Markaz Al-Islami merayakan hari kemenangan ini dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur, berharap dapat terus memperbaiki diri dan menjaga ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *