Isi Kotak Amal Masjid Menurun di Makassar, Begini Keadaan Kas Celengan Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar
MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Isi kotak amala tau celengan di sejumlah masjid di Makassar menurun, hingga pengurus masjid tidak mampu mendatangkan penceramah tarawih sebab mengandalkan pembayaran honor dari isi kotak amal.
Meskipun isi kotak amal beberapa masjid di Makassar mengalami penurunan, di Masjid Al-Markaz Al-Islami terpantau stabil
Hal ini diungkapkan Ketua Panitia Amaliah Ramadan Masjid Al-Markaz Al-Islami, Ir. Farouk M Betta, memberikan penjelasan mengenai kondisi pemasukan hingga hari ke-5 bulan Ramadan.
Saat ditemui Kamis, 6 Maret 2025, ia menyatakan bahwa meskipun jumlah jamaah cukup banyak, hal itu tidak selalu berbanding lurus dengan pemasukan yang diperoleh dari celengan malam tarawih.
“Saya pikir Al-Markaz standar-standar saja, aman-aman saja menurut saya. Kadang biar jumlah jamaah banyak, tapi pemasukan celengan kurang, itu juga berpengaruh. Jadi tidak linear kalau dikatakan banyak jamaah, banyak juga pemasukan. Saya lihat itu bergantung pada kesadaran dan kemampuan masyarakat,” ujarnya.
Farouk menambahkan bahwa pihak pengurus masjid tidak mengandalkan sepenuhnya pada isi celengan malam tarawih.
“Kita tidak punya hitungan bahwa harus setiap hari meningkat, tidak seperti itu. Bagi kami, yang penting menyiapkan segala kebutuhan, tanpa terlalu tergantung pada isi celengan itu. Kami juga mencari donasi lain. Kalau mengandalkan celengan, memang repot dan pasti tidak cukup,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan adanya penurunan jumlah jamaah pada beberapa hari terakhir, yang diperkirakan disebabkan oleh hujan. Namun, Farouk optimistis bahwa kondisi tersebut sudah kembali normal pada malam 5 Maret lalu.
“Ini saling menunjang antara aktivitas ekonomi dan ibadah,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Amaliah Ramadan Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, Muannas, juga memberikan informasi terkait sumbangan yang terkumpul.
Menurutnya, rata-rata pemasukan dari celengan malam tarawih mencapai sekitar Rp 6 juta per malam.
“Kadang lebih, kadang kurang sedikit, tetapi rata-rata Rp 6 juta itu hanya dari celengan tarawih saja,” ujar Muannas pada Rabu, 5 Maret 2025.



