Pengurus dan Jemaah Masjid Al-Markaz Al-Islami, Ziarah ke Makam Jenderal M Jusuf
MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Ketua Harian Yayasan Islamic Center (YIC) Al-Markaz Al-Islami, Prof Mustari Mustafa bersama dengan jajaran pengurus yayasan lainnya dan juga jemaah/warga, berziarah ke Makam Jenderal M. Jusuf di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Ahad, 08 September 2024.
Ziarah ini dilakukan sebagai rangkian kegiatan Haul Jenderal M. Jusuf yang rutin digelar setiap tahun oleh pengurus YIC Al-Markaz Al-Islami untuk mengingat dan medoakan sang pendiri Masjid Al-Markaz Al-Islami itu.
Ziarah diawali dengan doa bersama untuk Alamarhum Jenderal M. Jusuf, yang dipimpin oleh Prof Mustari Mustafa.
Setelah itu, satu persatu pengurus dan jemaah masjid Al-Markaz Al-Islami menyiram dan menabur bunga makam Jenderal M Jusuf.
Susana Khusyuk terlihat selama proses ziarah kubur berlangsung.
Muhammad Jusuf Amir lahir 23 Juni 1928 dan wafat 8 September 2004 atau lebih dikenal dengan nama M. Jusuf adalah salah satu tokoh militer Indonesia yang sangat berpengaruh dalam sejarah kemiliteran Indonesia.
Ia juga merupakan salah satu keturunan bangsawan dari suku Bugis—hal ini dapat dilihat dengan gelar Andi pada namanya—akan tetapi melepaskan gelar kebangsawanannya itu pada tahun 1957 dan tidak pernah menggunakannya lagi.
Dalam posisi pemerintahan ia pernah menjabat sebagai Panglima ABRI merangkap Menteri Pertahanan Keamanan pada periode 1978–1983. Selain itu ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada periode 1964–1974 dan juga Ketua Badan Pemeriksa Keuangan periode 1983–1993.
Jenderal M. Jusuf juga sebagai pendiri Masjid Al-Markaz Al-Islami yang hingga saat ini masih berdiri kokoh sejak diresmikan 11 November 2005.
Sejak akhir Desember 2005, melalui rapat pengurus Yayasan Islamic Center di Jakarta, disepakati nama Al-Markaz Al-lslami Jenderal M. Jusuf. Nama ini merupakan penghargaan terhadap mantan Ketua BPK (alm) Jenderal M. Jusuf, pencetus gagasan pembangunan kompleks masjid dan pendidikan Islam tersebut.
Namun, kala itu M. Jusuf meminta kepada pengurus agar tidak menggunakan namanya untuk masjid kecuali jika “waktunya sudah tepat”. Maka para pengurus menafsirkan bahwa M. Jusuf tidak menolak namun meminta penyematan nama tersebut dilakukan setelah beliau tiada.
Akhirnya disepakati, untuk sementara, nama yang digunakan untuk masjid yang berdiri di bekas kampus Universitas Hasanuddin itu adalah Masjid Al-Markaz Al-Islami (Masjid Pusat Islam atau Masjid Islamic Center). Masjid ini pun resmi digunakan sebagai Pusat Ibadah dan Kebudayaan Islam di Makassar.
Hingga kini nama Al-Markaz Al- Islami itu tetap dipertahankan dan akan dilengkapi dengan nama pemrakarsa dan pendirinya, yakni Jenderal M. Jusuf. Dengan demikian, masjid ini secara lengkap akan bernama Masjid Al- Markaz Al-Islami Jenderal M. Jusuf.



