Perpustakaan Mesjid Al Markaz Al-Islami, Dilengkapi Ruang Teknologi

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Perpustakaan Mesjid Al-Markaz Al-Islami telah hadir sejak 28 tahun, seiring bertambahnya usianya perpustakaan terus berbenah.
Prof. Dr. H. Basri Hasannuddin, dalam sambutan peresmian perpustakaan Pocadi, milik Al-markaz Al-Islami menyampaikan, dalan tubuh manusia ada tiga anggota tubuh yang perlu di jaga, yaitu otak, hati dan perut.
“Otak kita perlu dijaga untuk digunakan sebagai akal sehat melalui bacaan yang baik karena ilmu yang kita dapatkan itu bersumber melalui bacaan ” kata Prof Basri, Jumat 12 Januari 2024.
Untuk melaksanakan amanah, Prof Basri, menuturkan, perpustakaan terus berbenah dengan meningkatkan jumlah bacaan disertai meningkatkan jumlah koleksi buku yang saat ini telah mencapai 25 ribu koleksi dari berbagai judul.
Kepala bidang perpustakaan Sulsel Andi Sangkawana yang hadir mewakili Kepala dinas Perpustakaan Sulsel menuturkan minat baca masyarakat masih sangat kurang salah satu penyebabnya ialah masih kurangnya akses masyarakat terhadap bahan bacaan, belum lagi teknologi informasi dan komunikasi yang terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan.
“Perpustakaan merupakan salah satu sarana yang penting dalam mendukung peningkatan ilmu pengetahuan dan penciptaan literasi dituntut untuk senantiasa menyesuaikan diri dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam memberi pelayanan kepada masyarakat, tuturnya.
Lanjut Andi Sangkawana, perpustakaan mesjid bagian integral dari pusat kegiatan keagamaan oleh karena itu pemerintah melalui Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan dinas perpustakaan terus mendorong budaya baca masyarakat layanan perpustakaan yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi salah satunya adalah dengan menyiapkan sarana pojok baca digital.
POCADI dikembangkan oleh perpustakaan Nasional bekerjasama dengan pemerintah daerah yang memudahkan untuk mengakses informasi, dan Prinsip dasar perluasan POCADI yaitu memperluas layanan perpustakaan agar dapat dinikmati di pusat-pusat kegiatan, “ungkap andi Sangkawana
Sementara Prinsip dasar perluasan POCADI menurut Andi Sangkawana yaitu memperluas layanan perpustakaan agar dapat dinikmati di pusat-pusat kegiatan masyarakat yang dirancang sesuai kebutuhan penggunanya dengan berbasis teknologi digital dan konten bahan bacaan yang beragam dan menarik.
POCADI merupakan tempat membaca yang menyediakan koleksi buku cetak dan buku digital (e-book). Koleksi e-book yang ada di POCADI bersumber dari konten yang tersimpan pada lokal server dan juga konten iPusnas yang dapat diunduh melalui play store.
POCADI juga dilengkapi dengan aplikasi untuk media promosi, koleksi e-book, audio dan video yang direkomendasi pada banner yang tersedia.
Tak lupa Andi Sangkawana berterima kasih kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atas bantuan di beberapa tempat di Sulsel, termasuk perpustakaan masjid Al markas Al Islami Makassar. Bentuk bantuan bukan hanya sebagai ruang tekhnologi canggih, tapi juga kolaborasi institusi-institusi untuk memajukan literasi dan pengetahuan masyarakat.
POCADI ini merupakan upaya untuk mendorong minat atau kegemaran membaca masyarakat untuk memperluas wawasan dan pengetahuan serta membentuk kepribadian dan kompetitif. (Ruby. S)



