Banner

90 Santri Lulus Karantina Quran Setelah 15 Hari Pembelajaran Intensif di Masjid Al-Markaz Al-Islami

 90 Santri Lulus Karantina Quran Setelah 15 Hari Pembelajaran Intensif di Masjid Al-Markaz Al-Islami
Banner
Banner

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Sebanyak 90 santri resmi menyelesaikan program Karantina Quran yang berlangsung selama 15 hari. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan penutupan di Aula Masjid Al-Markaz Al-Islami, Sabtu, 23 Maret 2025.

 

Karantina Quran ini digagas oleh Pemuda Masjid Al-Markaz Al-Islami dan sudah memasuki tahun ketiga sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Amaliah Ramadhan 1446 Hijriah.

 

Ketua Panitia Amaliah Ramadhan 1446 Hijriah, Farouk M Betta, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar para santri yang telah mengikuti program ini dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pembelajaran keagamaan di tengah tantangan kehidupan global yang semakin kompleks.

 

“Kami berharap mereka dapat menjadi contoh bagi santri-santri masa kini untuk menghadapi dunia yang semakin beragam, dengan seimbang menggabungkan ilmu agama dan duniawi,” kata Farouk.

 

Sementara itu, Ketua Pemuda Masjid Al-Markaz Al-Islami, Farhan Syahrir, mengungkapkan bahwa program Karantina Al-Quran Volume Ke-3 ini berhasil dilaksanakan dengan sangat baik.

 

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar selama 15 hari, dimulai pada 6 Maret hingga 20 Maret 2025. Peserta tahun ini berjumlah 90 orang, terdiri dari pelajar SD, SMP, dan SMA, baik dari sekolah negeri, sekolah agama (Madrasah), maupun pesantren,” ujarnya.

 

Selama karantina, peserta dibagi menjadi tiga kelas utama: Kelas Tahfidz, Kelas Tahsin, dan Kelas Tahqiq.

 

Di Kelas Tahfidz, beberapa santri berhasil menghafal 1 Juz dalam waktu 15 hari. Kelas Tahsin difokuskan untuk memperbaiki bacaan Al-Quran, sementara Kelas Tahqiq memberikan pembelajaran dasar dalam membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Selain pembelajaran Al-Quran, peserta juga diajarkan fiqih, aqidah, sejarah Islam, dan materi agama lainnya.

 

Farhan juga menjelaskan bahwa peserta terbaik, berdasarkan kriteria hafalan, bacaan, pemahaman agama, kedisiplinan, dan kehadiran, diberikan penghargaan berupa hadiah.

 

Pembina atau pengajar juga mendapat penghargaan atas kontribusinya dalam membimbing para santri.

 

“Kami juga berikan semacam reward ke pembinanya. Semua pembina adalah pemuda Al-Markaz yang berkompeten dalam bidang penghafalan Al-Quran dan pengajaran agama,” tambah Farhan.

 

Program ini sepenuhnya didanai oleh Yayasan Islam Center (YIC) Al-Markaz Al-Islami, dan hingga tahun ketiga ini, karantina Qurani tetap berlangsung tanpa biaya bagi peserta alias gratis.

 

Antusiasme peserta terus meningkat setiap tahun, dengan beberapa peserta yang telah mengikuti selama tiga tahun berturut-turut.

 

“Mereka memanfaatkan liburan sekolah untuk mengikuti program ini sebagai sarana pembelajaran yang

bermanfaat,” tutup Farhan.

 

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *