50 Perusahaan Buka 334 Posisi, Job Fair Makassar Sediakan 1.547 Kebutuhan Tenaga Kerja
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co id – Pemerintah Kota Makassar kembali menggelar Job Fair 2026 sebagai salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap lapangan kerja sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Makassar.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, Zainal Ibrahim, mengatakan Job Fair tahun ini menjadi ajang pertemuan langsung antara pencari kerja dan perusahaan atau pemberi kerja.
Kegiatan tersebut digelar selama dua hari, 19-20 Agustus 2026, di Phinisi Point (Pipo) Makassar.
“Job Fair ini kita adakan terakhir pada 2023 dan baru diadakan lagi tahun ini. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wadah untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan atau pemberi kerja secara langsung, dengan tujuan menurunkan tingkat pengangguran kita,” kata Zainal, Selasa (18/08) di Balaikota Makassar
Zainal mengatakan pelaksanaan Job Fair menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat memperoleh kesempatan kerja, khususnya di sektor formal.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Makassar pada 2025 tercatat 9,60 persen.
Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 9 hingga 10 orang yang belum memperoleh pekerjaan.
“Masih ada masyarakat kita, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar 9 sampai 10 orang yang belum mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
50 Perusahaan, 1.547 Tenaga Kerja Dibutuhkan
Pada Job Fair tahun ini, sebanyak 50 perusahaan ambil bagian dengan membuka sekitar 334 posisi pekerjaan.
Namun, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan jauh lebih besar karena satu posisi dapat membutuhkan lebih dari satu pekerja.
Dari keseluruhan lowongan yang tersedia, terdapat sekitar 1.547 tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan peserta Job Fair.
Zainal menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tempat mencari informasi lowongan pekerjaan. Pemkot Makassar juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung, mulai dari talkshow, seminar, coaching bagi pencari kerja hingga bilik khusus untuk proses wawancara.
Untuk mengantisipasi kepadatan peserta dan antrean panjang, Dinas Ketenagakerjaan menerapkan sistem registrasi berbasis digital.
Pencari kerja diwajibkan melakukan registrasi secara online. Bagi peserta yang belum melakukan pendaftaran dari rumah, panitia menyediakan barcode registrasi di lokasi.
Terdapat dua jenis barcode yang disiapkan, yakni barcode registrasi umum dan barcode pilihan posisi.
Barcode registrasi umum digunakan untuk mendata seluruh peserta Job Fair. Sementara barcode pilihan posisi digunakan untuk mengarahkan pencari kerja berdasarkan posisi dan perusahaan yang dituju.
Sistem tersebut juga berkaitan dengan kewajiban pelaporan kegiatan Job Fair kepada Kementerian Ketenagakerjaan melalui aplikasi SIAPkerja.
“Setiap kegiatan Job Fair wajib terlaporkan dan dimasukkan ke dalam aplikasi SIAPkerja milik Kementerian Ketenagakerjaan. Jadi sistem kita tersambung langsung dengan Kementerian Ketenagakerjaan di pusat dan mereka memonitor perkembangannya,” jelas Zainal.
Job Fair Bukan Satu-satunya Solusi Pengangguran
Meski menyediakan ribuan kebutuhan tenaga kerja, Zainal menyebut kontribusi Job Fair terhadap penurunan TPT secara keseluruhan masih relatif kecil.
Berdasarkan data BPS, jumlah angkatan kerja Makassar mencapai sekitar 688 ribu orang. Dengan TPT 9,60 persen, terdapat lebih dari 60 ribu pengangguran terbuka.
Karena itu, menurut Zainal, penurunan angka pengangguran tidak dapat hanya mengandalkan Job Fair.
Penguatan perdagangan, koperasi, UMKM hingga peningkatan investasi juga dinilai memiliki peran penting karena sektor-sektor tersebut mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.
“Apakah Job Fair menjadi satu-satunya jalan untuk menurunkan TPT? Jawabannya tidak. Banyak cara lain, seperti bagaimana meningkatkan perdagangan, mengembangkan koperasi, serta memperkuat UMKM, karena sektor-sektor tersebut juga menyerap lapangan kerja,” katanya.
Ia menambahkan, penurunan angka pengangguran merupakan target dalam RPJMD Kota Makassar sehingga membutuhkan kontribusi lintas perangkat daerah.
Salah satunya melalui peningkatan investasi. Semakin besar investasi yang masuk, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja baru.
Zainal mencontohkan, setiap investasi Rp1 miliar secara minimal diperkirakan mampu menyerap satu tenaga kerja. Jika investasi mencapai Rp3 triliun, maka secara minimal terdapat sekitar 3.000 tenaga kerja yang berpotensi terserap.
Namun, angka tersebut dapat lebih besar apabila investasi yang masuk bersifat padat karya.
Pelatihan Kerja Jadi Strategi Pendukung
Selain Job Fair, Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar juga menjalankan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja.
Pelatihan yang diberikan antara lain menjahit, tata boga, barbershop, barista hingga operator alat berat.
Khusus pelatihan operator alat berat, sebanyak 32 peserta telah mengikuti pelatihan. Sebagian di antaranya kini mulai memasuki tahap pemagangan.
Zainal mengatakan sekitar 10 peserta telah masuk tahap pemagangan dan mulai mendapatkan pembayaran meski belum dalam bentuk gaji penuh.
Peluang kerja bagi tenaga operator alat berat juga terbuka di luar Makassar, termasuk di Kalimantan, Luwu Timur, Maluku dan Sulawesi Tengah.
Terbuka untuk Umum
Job Fair 2026 terbuka bagi masyarakat umum dan tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Makassar.
Zainal mengatakan mayoritas peserta diperkirakan berasal dari Makassar. Namun, karena sistemnya terbuka, pemerintah tidak membatasi pencari kerja dari luar daerah.
Lokasi Job Fair berada di Phinisi Point (Pipo) Makassar dan dapat diakses melalui tiga pintu, yakni pintu utama yang sejajar dengan pintu masuk Hotel Rinra, pintu timur melalui lift menuju lantai 2, serta pintu barat.
Di setiap akses masuk tersebut, panitia telah menyiapkan meja registrasi bagi peserta. (RB)



