16 Orang WNI Asal Sudan di Fasilitasi Pemprov Sulsel

MAKASSAR, RAZFM – Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sulsel, di Sudan Siang tadi tiba di Makassar, melalui fasilitas Pemerintah Provinsi.
16 warga Sulsel merupakan Mahasiswa dan Pekerja. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Rumah Jabatan.
Pemulangan warga Sulsel itu, akibat perang saudara yang terjadi di Negara Sudan.
Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan sebanyak 27 yang telah dipulangkan. 11 lainnya masih berada di Pondok Gede, Jakarta yang nantinya akan diberi fasilitas oleh Pemprov Sulsel untuk kembali kekampung halaman.
“Alhamdulillah sudah tiba teman-teman dari Sudan dan ada sekitar 11 yang tiba, ada 16 sebenarnya namun lima lainnya adalah Mandiri jadi kembali ke keluarga dan sudah dilepas juga 11 yang langsung kita antar ke sini ke Sulawesi Selatan,” ungkapnya.
Menurut informasi bahwa semua asal Sulsel secara bertahap dalam kendali dan sudah keluar dari wilayah, sudah dalam kondisi aman.
“Kloter kedua masih ada 11, sekarang ada di pondok gede sekarang lagi proses untuk pemulangan juga. Total sudah 27,” terang Andi Sudirman Ahad, 30/04/23.
Kita selalu update dari Kementerian dan Provinsi tugasnya adalah bagaimana Recover setelah tiba kepulangannya dari luar negeri ke Jakarta kita terus berkoordinasi dengan Kementerian dengan melakukan sistem pembagian kewenangan supaya kita lebih tertib.
Andi Sudirman menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu data dari kementerian untuk mengetahui apakah masih ada warga Sulsel yang masih di Sudan.
“Tetap menunggu data dari kementerian luar negeri sebagai lembaga resmi yang kemudian bertanggung jawab untuk masalah hubungan luar negeri,” tukasnya.
Dirinya mengungkapakan Pemprov Sulsel akan memberi pendampingan bagi warga yang telah tiba.
“Kita lihat situasi itu beberapa hari ke depan, biar mereka lebih tenang dulu karena baru keluar dan juga tentu pendampingan dari kami itu dulu mereka kan pernah berada di konflik kemudian balik dan tentu ada sedikit apa perasaan yang harus dia pulihkan,” bebernya.
“Kemudian kita merencanakan apalagi yang harus ke depannya terutama yang masih sekolah kemudian yang kerja dan sebagainya,” ujarnya. (SB)



