Banner

Syarat Kawasan Industri Takalar Tak Dikeluarkan, Tidak Memenuhi Indikator!

 Syarat Kawasan Industri Takalar Tak Dikeluarkan, Tidak Memenuhi Indikator!
Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Penjabat (Pj) Bupati Takalar Setiawan Aswad menyebutkan Kawasan Industri Takalar (KITA), masih diberi kesempatan menyelesaikan beberapa indikator. Untuk itu beberapa permasalahan terhadap Proyek Strategis Nasional tersebut sudah harus selesai atau menunjukkan progres.

“Kawasan Industri Takalar, menjadi salah satu PSN yang dievaluasi dan memang dari 14 Kawasan Industri, KITA ini yang indikatornya banyak merah hanya satu hijau itu terkait tata ruang,” sebut Setiawan.

Ia menambahkan, telah melakukan koordinasi bersama dengan Kementerian Perindustrian terkait dengan nasib dari Kawasan industri Takalar ini, dan akhirnya didapatkan agar KITA tetap berada dalam Proyek Strategis Nasional, harus ada pergerakan.

“Dalam artian, dalam satu atau dua bulan kedepan ini proses pembebasan lahan sudah harus dilakukan. Dan kami, akan melakukannya dimana sudah ada lahan sekitar 100 hektar disiapkan sebagai syarat untuk membuka Kawasan industri,” sebut Setiawan.

Ia pun menyatakan, akan segera melakukan pembebasan lahan mengingat investor baru yang diajukan oleh Pemkab Takalar ini sudah mendapat respon dari Kementerian Perindustrian.

“Dalam waktu dekat pembebasan lahan akan dilakukan, dan Kementerian merespon baik dan memberi kesempatan terhadap Kawasan Industri Takalar dan semoga ini bisa tetap berada dalam PSN untuk lima tahun kedepan,”katanya lebih jauh.

Menurutnya, dengan tetap berada dalam PSN tentunya memberikan keuntungan terhadap Kawasan Industri agar mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Darmawan Bintang mengakui telah dilakukan rapat bersama, dengan Kementerian terkait dengan Kawasan Industri Takalar. Memang dari hasil rapat, ada progres terhadap proyek tersebut.

“Jadi laporan terakhir, ada progres dari Kabupaten dalam perkembangan di lapangan kita berharap, bisa diselesaikan dan bisa tetap masuk dalam program nasional karena ini menjadi salah satu Kawasan industri di bagian selatan, dan menjadi bagian perkembangan di sana,” sebut Darmawan.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *