Siapkan Nakes di Pemilu 2024, Dinkes Sulsel Libatkan Perguruan Tinggi

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal melibatkan perguruan tinggi untuk memantau kesehatan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pikada 2024 mendatang.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan M. Ishaq Iskandar usai upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 tahun di Rujab Gubernur Sulsel, Senin, 13 November 2023.
“Termasuk kolaborasi dengan perguruan tinggi, mahasiswa yang ingin terlibat sebagai relawan kita akan ajak juga bersama sama kita menjaga pemilu yang sehat, aman damai dan selamat,” kata Ishaq.
Ishaq menjelaskan pihaknya masih mendata jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), sebelum menetapkan jumlah tenaga kesehatan (Nakes) dan fasilitas kesehatan.
“Kami sementara menghitung jumlah TPS dan jumlah kelurahan desa yang akan kita tempatkan tim medis, nanti kita akan ambulans dokter, perawat, dan tenaga tenaga lain yang akan memantau nanti petugas-petugas kita yang ada di KPPS di TPS,” tukasnya.
Kata Ishaq Dinkes Sulsel akan memberikan Petunjuk Teknis (Juknis) dan Surat Edaran (SE) kepada daerah terkait standar pos kesehatan.
“Nanti akan beberapa petunjuk teknis dan SE untuk kab/kota untuk mempersiapkan diri untuk pos-pos kesehatan di desa Desa untuk tenaga-tenaga KPPS di TPS kita,” tuturnya.
ia menerangkan segala upaya yang dilakukan ini bisa memantau kesehatan petugas KPPS secara maksimal, serta berharap kajadian tahun 2019 tidak terulang.
“Jadi ini salah satu upaya kita mempersiapkan dengan perangkat-perangkat dengan buku petunjuk pedoman dan juga kesiapsiagaan seluruh tenaga kesehatan termasuk TNI, Polri, dari Dinkes Seluruh kab/kota mempersiapkan diri mengantisipasi terjadinya hal hal seperti lalu (pemilu 2019 banyak penyelenggaraan pemilu sakit hingga meninggal),” pungkasnya.
Ishaq memaparkan tenaga medis akan dianggarkam secara khusus di APBD 2024.
“Nanti akan kita upayakan di APBD 2024 bersama kabupaten/kota, karena kita butuh kesiapan tenaga ini supaya lebih proaktif penyuluhan2 di bidang kesehatan supaya tenaga KPPS bisa menjaga diri dan kesehatannya jangan sampai terjadi seperti yang lalu, karena kecapean drop akhirnya banyak yang ya (meninggal),” kata Ishaq.
“Kalau (jumlah) anggaran sementara kita akan menghitung dengan baik kebutuhannya tapi nanti kita bicarakan dengan KPU dan kabupaten/kota,” sambungnya.



