Pj Gubernur Bahtiar Bakal Kumpulkan Penyuluh Pertanian

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID –
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin kian gencar melakukan upaya memaksimalkan program budidaya pisang.
Salah satu langkahnya ialah, Bahtiar akan memanggil penyuluh pertanian serta pemangku kepentingan terkait pertanian di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang pada 9 November mendatang untuk berdiskusi mengenai tata cara budidaya pisang hingga ke sistem pemasaran.
“Saya kumpulkan di GOR Sudiang kita mau mengedukasi penyuluh kita bagaiamana cara mengembangkan pertanian pisang, merawatnya, hamanya apa saja, termasuk pelaku bisnisnya siapa yang beli, nanti off tacker nya kita datangkan supaya masyarakat ada kepastian harga,” kata Bahtiar di Enrekang Selasa, 7/11/23.
Dirinya mengaku sudah memanggil Great Giant Food (GGF) yang sudah berpengalaman dalam mengelola pertanian hingga ekspor.
“Pemain besar di Indonesia sudah Kita ajak kesini yaitu GGF, jadi memang sudah ada pasarnya, bahkan pembeli disini sudah MOU dengan Saudi Arabia,” tuturnya.
Bahtiar menjelaskan ada banyak jenis pisang yang bisa di ekspor, mulai dari produk pisang lokal dan cavendis. Bahkan masyarakat bisa mengambil KUR untuk mengelola usaha budidaya pisang.
“Itu banyak sekali Insya Allah ini banyak sekali yang kita produk pisang kita macam-macam, ada cavendis, lokal, ini sudah ada KUR jadi sudah skala Bisnis bukan hanya sekedar tanam massal, nilai ekonominya sangat tinggi sekali, jadi usaha perorangan bisa,” jelasnya.
“Bank itu berani memberikan permodalan dengan kredit 6 persen pertahun karena artinya memang secara ke ekonomian ini sangat menguntungkan dan resikonya kecil,” ujar Bahtiar.
Pj Gubernur menargetkan kan dalam dua tahun kedepan Sulsel bisa menanam 1 Milyar pohon dari 500 ribu hektar lahan.
“Tahun depan itukan kita targetkan 100 ribu hektar, dalam dua tahun kita punya target paling tidak 1 Milyar pohon tertanam di Sulsel dan luas lahan yang dipakai kurang lebih 500 ribu hektar, kita pakai lahan kosong kuarang lebih 2 juta hektar,” pungkasnya.
Dari jumlah tersebut keuntungan yang akan didapat kan Sulsel senilai Rp200 triliun.
“Hitungan OJK kalau kita bisa menggerakkan 1 milyar pohon itu, bisa mengahsilkan uang 200 triliun, bayangkan APBD provinsi hanya 10 triliun, kabupaten/kota 1 triliun, jika ditotal 50 triliun, keuntungan pisang 4 kali lipat dari APBD Sulsel,” tutupnya.



