Perumda Air Minum Kota Makassar Siapkan Langkah Cepat dan Solusi Jangka Panjang
Makassar, Radioalmarkaz.co.id – Krisis air bersih yang kerap melanda wilayah utara Kota Makassar kembali menjadi perhatian serius pemerintah kota. Melalui jajaran direksi baru Perumda Air Minum Kota Makassar, berbagai langkah percepatan kini mulai dijalankan untuk memastikan distribusi air kembali normal, terutama menjelang musim kemarau.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah persoalan utama yang menyebabkan terganggunya suplai air, khususnya di Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah.
“Kami sudah melakukan pemetaan masalah dan menyiapkan langkah penanganan yang lebih terarah. Fokus kami saat ini adalah mempercepat pemulihan distribusi di wilayah utara,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, penurunan debit air baku menjadi salah satu faktor utama yang berdampak langsung terhadap layanan. Kondisi ini diperparah dengan belum optimalnya jaringan distribusi di beberapa titik.
Untuk memastikan penanganan berjalan efektif, jajaran direksi PDAM bersama Komisi B DPRD Makassar turun langsung meninjau sejumlah infrastruktur penting, seperti jaringan pipa koneksi (connecting valve) di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pongtiku.
Dari hasil peninjauan tersebut, PDAM juga menerima berbagai masukan, termasuk perlunya evaluasi terhadap pihak ketiga yang selama ini terlibat dalam pengelolaan air baku.
“Dalam waktu dekat, pihak terkait akan kami panggil untuk mendapatkan penjelasan menyeluruh sekaligus merumuskan solusi konkret,” jelas Andi Syahrum.
Solusi Sementara hingga Strategi Jangka Panjang
Untuk jangka pendek, PDAM masih mengandalkan distribusi air melalui mobil tangki dan penyediaan tandon di sejumlah titik terdampak. Langkah ini juga menyasar warga yang belum menjadi pelanggan sebagai bagian dari fungsi sosial perusahaan.
Namun demikian, PDAM mengakui solusi tersebut bersifat sementara dan belum mampu menjawab kebutuhan secara menyeluruh.
Sebagai langkah jangka panjang, PDAM menyiapkan sejumlah skenario penambahan suplai air, antara lain melalui sumber Somba Opu, Moncongloe, serta optimalisasi pompa dari Panaikang. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap jaringan pipa juga dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran dan inefisiensi distribusi.
Secara teknis, debit air yang sempat turun kini mulai menunjukkan peningkatan. Namun, angka tersebut masih belum mencapai kondisi normal.
“Normalnya di kisaran 400, sementara saat ini baru sekitar 300. Ini yang terus kami upayakan untuk ditingkatkan,” paparnya.
Antisipasi Musim Kemarau dan Perbaikan Infrastruktur
Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung Juni hingga Agustus, PDAM Makassar juga telah menyiapkan langkah antisipatif, mulai dari penambahan pompa, penguatan kerja sama lintas instansi, hingga dukungan terhadap penyediaan sumber air alternatif seperti sumur bor.
Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi dan instansi terkait lainnya, guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Di sisi lain, perbaikan infrastruktur juga terus dilakukan, termasuk penanganan kebocoran pipa di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 16, tepatnya di Jembatan Pai.
Perbaikan tersebut berdampak pada gangguan sementara distribusi air di sejumlah wilayah seperti BTN Kalamang, BPS, Jalan Goa Ria, hingga kawasan Hotel Dalton.
Komitmen Direksi Baru
Kehadiran direksi baru PDAM Makassar menjadi momentum pembenahan menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun tata kelola pelayanan.
Perusahaan tidak hanya dituntut meningkatkan jumlah pelanggan, tetapi juga menjaga kualitas layanan agar tetap optimal.
Pertumbuhan kawasan baru seperti Center Point of Indonesia (CPI) turut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keseimbangan antara suplai dan kebutuhan air.
“Ini menjadi komitmen kami untuk menghadirkan layanan yang lebih baik. Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi,” tegas Andi Syahrum.
Ia menambahkan, seluruh langkah yang dilakukan merupakan hasil kerja kolektif internal tanpa sekat, dengan tujuan utama memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan sekaligus menjalankan fungsi sosial perusahaan.
Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan persoalan krisis air bersih di Makassar, khususnya wilayah utara, dapat segera teratasi secara bertahap dan berkelanjutan. (*)



