Banner

Pengurus Masjid Al-Markaz Al-Islami Beri Klarifikasi

 Pengurus Masjid Al-Markaz Al-Islami Beri Klarifikasi
Banner
Banner

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Pengurus Masjid Al-Markaz Al-Islami memberikan klarifikasi terkait video viral yang beredar di media sosial, yang menunjukkan jemaah pria dan wanita yang shalat bersama di selasar atau lorong jalan masjid.

 

Sekretaris Jenderal Masjid Al-Markaz Al-Islami, Arman Arfah, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang viral di media sosial.

 

Ia menegaskan pentingnya memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut untuk menghindari kesalahpahaman lebih lanjut.

 

Arman menjelaskan bahwa kegiatan ibadah dan sosial ekonomi di Al-Markaz merupakan hal yang tidak bisa dihindari, dan kadang-kadang melahirkan berbagai gesekan di tengah masyarakat.

 

Oleh karena itu, pengurus masjid menyadari perlunya aturan yang tegas untuk menghindari hal-hal yang bisa menimbulkan fitnah.

 

“Pengurus masjid menyadari pentingnya menciptakan aturan yang lebih jelas agar kejadian seperti ini bisa dihindari sejak dini. Kami berusaha menghindari fitnah besar yang bisa menimpa tidak hanya orang-orang yang dzolim, tetapi juga umat yang beriman,” ujar Arman, Jumat malam (9/3) di Masjid Al-Markaz Al-Islami kepada jemaah.

 

Ia melanjutkan, beredarnya video yang memperlihatkan pria dan wanita yang shalat bersama di selasar masjid cukup mengundang perhatian publik. Arman menerima beberapa telepon dari masyarakat yang menyoroti kegiatan tersebut.

 

Meskipun niat jamaah tersebut untuk beribadah sangat baik, kehadiran pria dan wanita yang shalat bersamaan dapat menimbulkan fitnah, yang dianggap perlu untuk segera diatasi.

 

Sebagai langkah preventif, pengurus masjid telah menetapkan aturan bahwa tidak akan ada lagi kegiatan shalat tarawih di selasar masjid.

 

“Jika terpaksa ada yang shalat tarawih di selasar, maka tidak boleh ada campuran antara laki-laki dan perempuan,” tegas Arman. Aturan ini ditetapkan setelah mempertimbangkan berbagai hal, termasuk pentingnya menjaga keharmonisan dan menghindari fitnah yang lebih besar, terutama di bulan suci Ramadan.

 

Arman juga mengingatkan bahwa kejadian ini harus dijadikan pelajaran dan diambil hikmahnya.

 

Ia mengakui bahwa niat para jamaah yang shalat di selasar mungkin baik, namun karena salah penempatan, peristiwa tersebut menimbulkan penafsiran yang berbeda.

 

“Kami menyarankan agar jamaah tidak lagi shalat di selasar. Masih ada banyak ruang di lantai 1 dan 2 masjid Al-Markaz yang cukup besar untuk menampung jamaah yang ingin melaksanakan shalat tarawih,” tutup Arman.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *