Banner

Pemprov Sulsel Genjot Produksi Padi di Masa El-Nino

 Pemprov Sulsel Genjot Produksi Padi di Masa El-Nino
Banner
Banner
Pemprov Sulsel Genjot Produksi Padi di Masa El-Nino
Kepala Dinas TPH-BUN Sulsel Imran Jausi

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah lumbung pangan di Indonesia.

Walaupun menjadi lumbung pangan nasional, pemerintah provinsi Sulsel justru mendongkrak produksi pangan dari 5,2 ton per-hektar menjadi 5,7 ton per-hektar.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulsel Imran Jausi di kantor Gubernur Sulsel Selasa kemarin.

Imran mengatakan di musim kemarau ini produksi padi di sangat cukup menurun hingga memaksa Sulsel lakukan impor beras.

“Sulsel yang menjadi lumbung pangan kita optimalkan, memang beberapa indikasi ada penurunan produksi akibat dampak El-Nino, kemudian kedua kita melihat bahwa ada beras impor masuk, ini menunjukkan bahwa kita sudah harus bekerja lagi untuk meningkatkan produksi tanaman-tanaman pangan,” tuturnya.

Imran mengatakan yang menjadi kendala si sektor pertanian saat ini ialah kurangnya suplai air. mengatasi hal tersebut Pemprov Sulsel telah menggunakan dana Biaya Tak Terduga untuk penyediaan pompa air.

“Untuk mencapai target 5,7 ton per-hektar, ini harus di capai, banyak hal terutama tentunya memastikan bahwa benih yang dipakai harus baik, kemudian yang paling penting adalah ketersedian air,” imbuhnya.

Dirinya menuturkan di masa el-nino ini kebutuhan air pasti lebih mendesak (tinggi) lagi, oleh karena nya perlu pompa pipa, sumur bor, yang menjadi opsi suplai air saat ini.

Imran Jausi berharap juga ada bantuan pompa air dari kementerian pertanian untuk memaksimalkan produksi pertanian khususnya padi dalam mengendalikan El-Nino.

“Saya kira air ji karena yang lain normalji, benihnya adaji dari pusat, tenaga lapangan sudah ada, jadi kemunvkinan kemdalnya cuman air saja, nah sejarang ini banyak perpompaan ya, kita harap kementerian pertanian beri bantuan pompa air, kita manfaat juga BTT untuk pompa,” ungkapnya.

Untuk menjaga padi hingga panen, kata Imran pembasmian hama serta menajemen air sangat perlu diperhatikan.

“Nah kalau El-nino inikan kemungkinan banyak penyakit tanaman, ini juga harus ada pengendalian hama, ada menajemen air yang baik, ada penggunaan benih yang berkualitas,” paparnya.

“Dengan cara-cara inilah kita naikkan ini target produksi dari 5,2 ton perhektar jadi 5,7 ton ini adalah upaya untuk kita supaya produksi secara nasional naik,” sambungnya.

Kendati demikian, Imran mengungkapakan Sulsel akan kembali melakukan Panen Raya hingga akhir tahun.

“Daerah yang panen Pinrang di bulan Oktober masih ada 13 ribu hektar, Sinjai 2.635 hektar untuk panen Oktober dan November, di Gowa kemarin dan Maros, jadi ada beberapa daerah yang masih panen,” ujarnya.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *